Frame Daily, Jakarta - Aksi nekat komplotan begal bersenjata tajam di kawasan Jakarta Pusat berakhir gagal total. Alih-alih mendapatkan motor incaran, para pelaku justru harus pulang dengan tangan kosong setelah korban melakukan aksi penyelamatan yang cerdas.
Peristiwa kriminalitas jalanan ini terjadi di atas Underpass Gunung Sahari, Jalan Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden mencekam tersebut berlangsung pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, sekitar pukul 01.15 WIB.
Kronologi Detik-Detik Penggagalan Begal
Kejadian bermula saat dua orang korban yang sedang berboncengan sepeda motor tiba-tiba dipepet oleh para pelaku. Komplotan penjahat ini berjumlah tiga orang remaja yang saling berboncengan menggunakan satu kendaraan.
Salah satu pelaku langsung turun dan mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Senjata tersebut diacungkan ke arah korban untuk mengintimidasi sekaligus memaksa agar kendaraan segera diserahkan.
Melihat ancaman berbahaya di depan mata, korban tidak langsung menyerahkan motornya begitu saja. Dalam kondisi panik, korban secara refleks langsung mencabut kunci kontak sepeda motor miliknya.
Setelah kunci berhasil diamankan di genggaman, korban segera berlari menyelamatkan diri menjauh dari lokasi kejadian.
Pelaku Panik dan Wajahnya Viral
Tindakan cepat korban terbukti sangat efektif. Pelaku yang mencoba menyalakan motor korban gagal total karena mesin tidak bisa hidup tanpa adanya kunci kontak.
Sadar aksinya gagal dan situasi mulai tidak aman, ketiga remaja tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi dengan tangan kosong.
Sial bagi para pelaku, aksi mereka terekam jelas oleh kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Rekaman video tersebut kini beredar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Netizen menyoroti wajah ketiga terduga pelaku yang terlihat sangat jelas tanpa menggunakan masker atau penutup wajah sama sekali saat beraksi.
Kasus percobaan pembegalan ini sudah dalam pemantauan aparat kepolisian setempat. Pihak berwajib kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi identitas asli para remaja tersebut guna proses pengejaran lebih lanjut.
Komentar