Frame Daily, Jakarta - Pemantauan hilal untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah dilakukan di Mesjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta, Minggu (17/5/2026). Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, KH Abdul Kholiq Sholeh, menyampaikan pihaknya optimistis hilal dapat terlihat apabila kondisi cuaca mendukung.
Menurut KH Abdul Kholiq Sholeh, proses pemantauan hilal difokuskan sekitar 20 menit sebelum matahari terbenam. Matahari diperkirakan tenggelam pada pukul 17.44 WIB, sedangkan bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.07 WIB.
“Dengan catatan kondisi awan di sekitar Mesjid Asyari. Pantauan hilal fokus 20 menit sebelum huruk atau tenggelamnya matahari. Jika tenggelamnya matahari pukul 17.44 WIB dan bulan muncul pukul 18.07 WIB,” ujar KH Abdul Kholiq Sholeh saat diwawancarai di Mesjid KH Hasyim Asy’ari.
Ia menyebut posisi hilal saat ini sudah memenuhi nisab sehingga ada peluang besar awal Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Jika hasil rukyatul hilal berjalan lancar dan hilal berhasil terlihat, maka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
“Besok hari Senin masuk tanggal 1 Zulhijah dan kami optimis karena nisabnya sudah tinggi. Insya Allah Idul Adha bisa bersamaan di Indonesia dan Saudi Arabia, tetapi tetap dilaksanakan rukyatul hilal yang diharapkan berjalan dengan lancar sehingga hilal bisa terlihat,” lanjutnya.
Prediksi tersebut juga sejalan dengan sejumlah perhitungan astronomi yang memperkirakan Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.
Komentar