Senat Filipina Lockdown Usai Tembakan, Eks Kepala Polisi Duterte Diburu ICC

Senat Filipina Lockdown Usai Tembakan, Eks Kepala Polisi Duterte Diburu ICC
Rekaman CCTV memperlihatkan Senator Ronald 'Bato' dela Rosa menaiki tangga darurat di gedung Senat Filipina untuk menghindari pengejaran aparat, pada Senin (11/05). (bbc.com)

Frame Daily, Manila — Gedung Senat Filipina berada dalam kondisi lockdown setelah suara rentetan tembakan terdengar di area kompleks parlemen pada Rabu (13/5/2026) sore waktu setempat.

Situasi mencekam terjadi saat aparat keamanan bersenjata lengkap mengepung gedung Senat, lokasi Senator Ronald Dela Rosa dilaporkan berlindung dari upaya penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional atau ICC. Belum diketahui siapa pelaku penembakan tersebut. Pemerintah Filipina memastikan tidak ada korban dalam insiden itu.

Pasukan Komando Masuk Gedung Senat

Rekaman televisi memperlihatkan pasukan komando polisi dengan seragam tempur memasuki area Senat di Manila.

Di luar gedung, polisi antihuru-hara lengkap dengan tameng dan helm terlihat berjaga ketat untuk mengantisipasi situasi yang lebih buruk.

Akibat insiden tersebut, seluruh akses gedung Senat langsung ditutup dan para senator dilaporkan berlindung di dalam ruangan.

Dela Rosa Diburu ICC

Ronald Dela Rosa merupakan mantan kepala kepolisian Filipina yang dikenal sebagai tokoh utama dalam perang melawan narkoba pada era pemerintahan Rodrigo Duterte.

ICC menuduh Dela Rosa terlibat dalam pembunuhan puluhan orang selama operasi antinarkoba yang kontroversial tersebut. Sebelumnya, Dela Rosa mengaku meyakini penangkapannya sudah dekat dan meminta dukungan masyarakat Filipina untuk mencegah ekstradisinya. Hingga kini, keberadaan Dela Rosa belum diketahui secara pasti.

Demonstran Desak Dela Rosa Ditangkap

Di luar kompleks Senat, massa pengunjuk rasa berkumpul dan menyerukan agar Dela Rosa segera ditahan serta dikirim ke pengadilan internasional bersama Duterte.

Sementara itu, tim kuasa hukum Dela Rosa diketahui telah mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung Filipina untuk memblokir proses ekstradisi.

Situasi Filipina Memanas

Kasus ini kembali memanaskan situasi politik dan keamanan di Filipina. Penyelidikan ICC terhadap perang narkoba era Duterte masih menjadi isu sensitif yang memicu perdebatan besar di negara tersebut.

Pemerintah Filipina hingga kini belum memberikan keterangan rinci terkait sumber suara tembakan maupun perkembangan operasi keamanan di gedung Senat.

Ditulis oleh SAH

Komentar