Frame Daily, Jakarta - Ketegangan perang antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah serangan besar menghantam ibu kota Kyiv dan menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan negaranya siap memberikan respons balasan terhadap serangan terbaru Rusia.
Serangan yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu (16/5/2026) waktu setempat itu disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir. Ledakan besar terdengar di sejumlah wilayah Kyiv saat rudal dan drone menghantam kawasan permukiman sipil.
Pemerintah Ukraina menyebut fasilitas hunian, jaringan listrik, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.
Puluhan Korban Sipil Dilaporkan Tewas
Otoritas Ukraina melaporkan puluhan warga sipil meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Tim penyelamat masih melakukan evakuasi di beberapa titik reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengecam keras serangan Rusia yang dinilai menyasar wilayah sipil. “Ukraina tidak akan tinggal diam terhadap teror yang menyerang rakyat kami,” kata Zelenskyy dalam pidato resminya.
Ia juga meminta dukungan tambahan dari negara-negara Barat untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina yang belakangan terus mendapat tekanan dari intensitas serangan Rusia.
Ukraina Luncurkan Serangan Drone ke Rusia
Di tengah meningkatnya serangan ke Kyiv, Ukraina juga dilaporkan meluncurkan serangan drone ke beberapa wilayah Rusia. Media internasional menyebut sejumlah fasilitas strategis dan infrastruktur energi menjadi target serangan balasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sebagian besar drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka. Meski begitu, beberapa wilayah dilaporkan mengalami kebakaran dan gangguan operasional.
Serangan dua arah ini membuat situasi keamanan di kawasan Eropa Timur kembali menjadi perhatian dunia internasional.
Perang Rusia-Ukraina Masuki fase baru
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 kini memasuki fase yang semakin agresif. Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara sama-sama meningkatkan intensitas penggunaan drone jarak jauh dan serangan udara.
Analis keamanan internasional menilai pola serangan terbaru menunjukkan perang mulai bergerak ke tahap tekanan psikologis terhadap pusat-pusat kota besar dan infrastruktur sipil. Situasi ini juga memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas global, termasuk dampaknya terhadap harga energi, pangan, dan keamanan kawasan Eropa.
Dunia Internasional Soroti Eskalasi Konflik
Sejumlah negara Barat kembali menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil dan meminta kedua pihak menahan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban sipil dalam beberapa pekan terakhir.
Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda negosiasi damai akan kembali dilakukan dalam waktu dekat. Rusia dan Ukraina masih terus mempertahankan posisi masing-masing di tengah perang yang belum menunjukkan akhir.
Komentar