Frame Daily, Surabaya - Satu pasien dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat pagi. Namun pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien tersebut meninggal akibat kondisi kesehatannya yang sudah kritis, bukan karena terpapar asap kebakaran.
Kebakaran terjadi di lantai 5 Gedung PPJT dan sempat menimbulkan asap tebal. Petugas medis bersama tim pemadam kebakaran segera melakukan evakuasi terhadap para pasien yang berada di gedung tersebut.
Sebanyak 27 pasien dipindahkan ke gedung lain yang lebih aman. Di tengah proses evakuasi, satu pasien dinyatakan meninggal dunia.
Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan bahwa pasien sebelumnya dirawat di ruang ICU lantai 6. Kondisinya sudah sangat kritis karena mengalami gangguan pada beberapa organ vital, termasuk paru-paru, jantung, dan ginjal. Pasien juga sedang menjalani perawatan cuci darah.
Menurut pihak rumah sakit, selama proses evakuasi pasien tetap menggunakan bantuan alat medis sehingga tidak mengalami paparan asap kebakaran.
“Kondisi pasien memang sudah sangat berat dan seluruh fungsi organ dibantu alat medis,” jelas Prof. Cita.
Koordinator Evakuasi Pasien, dr. Rizal Constansius, juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda keracunan asap pada pasien tersebut. Ia mengatakan pasien sudah berada dalam kondisi sangat lemah sebelum kejadian berlangsung.
Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Komentar