Lulus S3 di Unair, Ashanty Cerita Drama Disertasi: Judul Ditolak 4 Kali hingga Jalani 300 Kali Suntikan

Lulus S3 di Unair, Ashanty Cerita Drama Disertasi: Judul Ditolak 4 Kali hingga Jalani 300 Kali Suntikan
Ashanty Raih Gelar Doktor. Foto: Ig/ashanty_ash

Frame Daily, Surabaya – Ashanty resmi menyandang gelar doktor (S3) dari Universitas Airlangga, Rabu (13/5). Di balik balutan toga dan senyum bahagianya, tersimpan perjuangan panjang yang nyaris membuatnya menyerah. Istri Anang Hermansyah itu mengaku perjalanan menuju gelar akademik tertinggi dipenuhi tantangan mental hingga fisik.

Mental Diuji, Judul Disertasi Ditolak Berulang Kali

Meski dikenal sebagai figur publik, Ashanty mengaku tidak pernah mendapat perlakuan khusus selama menempuh pendidikan doktoral. Proses menentukan arah penelitian disertasinya pun berjalan berat sejak awal.
Ia mengungkapkan naskah usulan penelitiannya berkali-kali dikembalikan oleh tim penguji sebelum akhirnya disetujui untuk membahas adaptasi musisi senior di era digital.


“Judul disertasi aku itu sempat ditolak sampai 4 kali. Rasanya benar-benar mau menyerah di awal. Setiap kali datang dengan semangat, ternyata ada saja yang harus diperbaiki atau malah diganti total. Benar-benar mental diuji banget untuk bisa sampai ke tahap ACC,” ujar Ashanty usai Sidang Terbuka di Unair, Rabu (13/5).

Jalani 300 Kali Suntikan Selama Kuliah

Perjuangan Ashanty tidak hanya soal revisi dan penelitian. Kondisi kesehatannya yang naik turun selama tiga tahun masa studi juga menjadi tantangan besar.
Di tengah jadwal kuliah, riset, dan aktivitas sebagai publik figur, Ashanty harus menjalani pengobatan rutin agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan.

“Banyak yang nggak tahu kalau selama 3 tahun ini aku harus berjuang dengan kesehatan juga. Aku hitung-hitung, mungkin sudah ada 300 kali suntikan yang masuk ke tubuh aku selama masa kuliah S3 ini supaya tetap bisa jalan terus. Ada kalanya badan drop, tapi tanggung jawab akademik ini harus tuntas,” ungkapnya.
Ingin Penelitiannya Bermanfaat untuk Musisi Senior

Ashanty berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia”.

Promotornya, Dr. Suko Widodo, turut mengapresiasi ketekunan Ashanty selama menjalani proses akademik. Menurutnya, Ashanty mengikuti seluruh tahapan perkuliahan secara disiplin tanpa meminta perlakuan istimewa.

Kini, pemilik nama lengkap Dr. Ashanti Hastuti, S.Sos., M.M. berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi industri musik Indonesia, khususnya bagi para penyanyi senior agar mampu bertahan di tengah perkembangan digital.

“Gelar ini bukan buat gaya-gayaan. Ini dedikasi aku untuk dunia musik yang sudah membesarkan nama aku. Aku ingin hasil penelitian ini bisa dibukukan dan jadi manfaat buat penyanyi-penyanyi senior lainnya agar tetap bisa survive di zaman digital,” pungkas Ashanty.

Kesanakemari
Ditulis oleh Kesanakemari

Komentar