Festival Kopi Papua 2026 Libatkan 60 UMKM Dorong Ekonomi Daerah

Festival Kopi Papua 2026 melibatkan 60 UMKM dan membuka peluang pengembangan usaha kopi Papua hingga pasar internasional.

Festival Kopi Papua 2026 Libatkan 60 UMKM Dorong Ekonomi Daerah
Sejumlah pelaku UMKM mengikuti Festival Kopi Papua (Feskop) 2026 di Jayapura. Sebanyak 60 UMKM terlibat dalam kegiatan yang mendorong pengembangan usaha kopi dan produk turunannya. (Foto:Ilustrasi/AI/framedaily.id)

Frame Daily. Jaya Pura - Festival Kopi Papua (Feskop) 2026 melibatkan 60 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kopi dan usaha turunannya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Warsono mengatakan puluhan UMKM tersebut terdiri atas pelaku usaha kopi, fashion dan kriya, serta makanan dan minuman.

“Festival Kopi Papua menjadi salah satu sarana untuk mendorong UMKM Papua agar terus tumbuh dan naik kelas, khususnya pada sektor kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” kata Warsono di Jayapura, Sabtu (8/8/2026). Dikutip dari ANTARA.

60 UMKM Ikut Festival Kopi Papua

Dari total 60 UMKM yang terlibat dalam Feskop 2026, sebanyak 33 UMKM bergerak di sektor kopi.

Kemudian terdapat enam UMKM fashion dan kriya, serta 21 UMKM makanan dan minuman atau FnB.

Keterlibatan pelaku usaha tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk. Feskop juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas akses pembiayaan, pasar, dan jejaring bisnis.

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.

Papua Origin Village Kenalkan Perjalanan Kopi

Feskop 2026 juga menghadirkan sejumlah program baru. Salah satunya Papua Origin Village yang menggambarkan perjalanan kopi Papua dari hulu hingga ke konsumen.

Program tersebut memperlihatkan proses kopi mulai dari budi daya oleh petani, pengolahan pascapanen, hingga kopi diseduh dan dinikmati konsumen.

Konsep tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh proses di balik produk kopi yang dihasilkan dari Papua.

Barista Papua Didorong Naik Kelas

Selain pengembangan UMKM, BI Papua juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi talenta barista melalui Barista Talent Development Program.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan komunikasi, serta profesionalisme barista Papua.

Talenta barista yang terpilih kemudian mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan melalui Barista Championship sebagai bagian dari rangkaian Feskop 2026.

Kopi Mangrove Jadi Bagian Pemberdayaan UMKM

BI Papua juga menyelenggarakan Capacity Building Kopi Mangrove sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha UMKM.

Program tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan pelaku usaha kopi agar mampu mengembangkan kualitas dan kapasitas bisnisnya.

Menurut Warsono, pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu didukung akses pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas.

Kopi Papua Berpeluang Masuk Pasar Internasional

Feskop 2026 juga membuka peluang bagi UMKM kopi Papua untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.

BI Papua menjalin kolaborasi dengan Dua DC Coffee sebagai Indonesia House of Beans (IHOB) di Washington DC, Amerika Serikat, melalui kampanye Papua Coffee Week.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kopi Papua ke pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan jejaring bisnis di luar negeri.

Dengan melibatkan 60 UMKM dan menghadirkan program pengembangan kapasitas, business matching, hingga peluang promosi internasional, Festival Kopi Papua 2026 diarahkan tidak sekadar menjadi ajang pameran produk.

Feskop menjadi salah satu sarana untuk mendorong UMKM Papua tumbuh, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan naik kelas melalui komoditas kopi serta berbagai usaha turunannya.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar