Frame Daily, Jakarta - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan dugaan overkapasitas pada kamar hotel jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Temuan tersebut menjadi sorotan setelah muncul laporan kamar yang seharusnya diisi empat orang ditempati hingga belasan jemaah.
Dilansir dari kumparanNEWS, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyebut kondisi itu ditemukan dalam pengawasan awal penyelenggaraan ibadah haji 2026.
“Ada kamar yang mestinya untuk empat orang, diisi delapan sampai 12 orang,” ujar Abdul Wachid dalam rapat Timwas Haji DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
DPR Soroti Kenyamanan Jemaah
Menurut DPR, kepadatan kamar berpotensi mengganggu kenyamanan jemaah, terutama lansia. Selain kapasitas tempat tidur, jumlah kamar mandi disebut tidak sebanding dengan jumlah penghuni kamar.
“Kalau bed memang bisa ditambah, tapi kamar mandi hanya satu. Jemaah akhirnya harus rebutan,” kata Abdul Wachid.
Kondisi tersebut disebut menjadi perhatian serius karena musim haji tahun ini diikuti ribuan jemaah lanjut usia yang membutuhkan fasilitas lebih nyaman dan akses istirahat memadai.
Timwas DPR Akan Cek Langsung ke Arab Saudi
Tim Pengawas Haji DPR RI dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah temuan di lapangan, termasuk persoalan hotel dan tenda jemaah.
Selain overkapasitas kamar hotel, DPR juga menyoroti kesiapan tenda di Arafah yang disebut baru mencapai sekitar 48 persen.
Tak hanya itu, kepadatan di Mina juga menjadi perhatian karena setiap jemaah disebut hanya mendapatkan ruang sekitar 0,70 meter.
Pemerintah Diminta Pastikan Standar Layanan
DPR meminta pemerintah dan pihak penyelenggara haji memastikan seluruh fasilitas sesuai kontrak layanan yang telah disepakati dengan syarikah di Arab Saudi.
Standar kenyamanan pemondokan dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, hingga kini pemerintah masih terus melakukan pemantauan terhadap layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Laporan mengenai kepadatan kamar jemaah juga ramai dibahas di media sosial setelah sejumlah video kondisi pemondokan beredar luas di internet.
Komentar