Frame Daily, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat Indonesia tak perlu panik melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp17.500/USD sejak Selasa (12/6/2026) lalu.
Purbaya menegaskan, warga tak perlu panik atas kenaikan kurs tersebut karena fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang baik. Menurutnya, hal itu didukung oleh fondasi pertumbuhan yang kuat. Ia pun optimis pemerintah mampu memperbaiki posisi saat ini.
"Enggak perlu panik, karena pondasi ekonomi bagus, kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin," ujar Purbaya di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta, dikutip dari Kompas, Rabu (13/5/2026).
Terkait kekhawatiran masyarakat atas krisis moneter, Purbaya menegaskan bahwa kondisi RI saat ini tidak seburuk pada 1998 silam. Sebab, fondasi ekonomi Indonesia saat ini disebut mampu menahan potensi krisis moneter, seperti yang terjadi pada 1998 lalu.
"Kita enggak akan sejelek kayak tahun '98 lagi, enggak akan jelek malah. Dengan pondasi ekonomi yang kuat enggak terlalu sulit sebetulnya," tegasnya.
Ia memastikan, Bank Indonesia (BI) juga akan terus menerapkan kebijakan stabilisasi kurs yang ditujukan untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Mereka yang berwenang dan saya yakin mereka bisa kendalikan. Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti," pungkasnya.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (13/6/2026) pagi bergerak menguat 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.515 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah menyentuh di-level Rp 17.529 per dolar AS.
Komentar