Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2 dan Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kemenangan mengesankan ini menegaskan dominasi Timnas Indonesia di babak penyisihan grup. Performa klinis lini depan yang dipimpin Mitchell Baker serta solidnya alur bola dari lini tengah ke depan menjadi sinyal positif menjelang laga puncak

Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2 dan Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026
Mitchell Baker mencatatkan gol kelimanya (quint-trick) di laga ini, sebelum eksekusi tenang Kevin Diks pada menit ke-90+6 memastikan skor akhir 9-2 untuk kemenangan mutlak Skuad Garuda/[framedaily.id]

Frame Daily, Jakarta - Tim Nasional Sepak Bola Indonesia berhasil mencatatkan hasil spektakuler pada laga penentu penyisihan grup FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setia yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, skuad Garuda sukses menggilas Timnas Bangladesh dengan skor telak 9-2. Kemenangan impresif ini memastikan langkah Indonesia melaju mantap ke babak final turnamen bergengsi antarnegara kawasan Asia Tenggara tersebut.

Sejak peluit pertama dibunyikan wasit, anak asuh Timnas Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dan menerapkan taktik tekanan tinggi. Penguasaan bola mutlak ditunjukkan oleh barisan lini tengah Garuda. Gelombang serangan terus mengalir ke area pertahanan Bangladesh yang tampak kewalahan meladeni kecepatan serta kombinasi umpan lambung dan terobosan para pemain Indonesia.

Keran gol Indonesia dibuka pada menit ke-11 melalui aksi ciamik penyerang muda, Mitchell Baker. Memanfaatkan celah di pertahanan lawan, Baker berhasil melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau kiper Bangladesh, Mehedi Hasan Srabon. Keunggulan tersebut membuat kepercayaan diri para pemain Garuda makin membumbung tinggi. Tak butuh waktu lama, Mitchell Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-20 setelah mengkonversi kemelut di depan gawang menjadi gol kedua bagi Indonesia.

Dominasi Merah Putih terus berlanjut. Pada menit ke-32, bek tengah sekaligus kapten tim, Rizky Ridho, ikut menyumbang gol setelah menyambar bola liar hasil situasi sepak pojok dengan sepakan keras yang menghujam deras ke sudut bawah gawang Bangladesh. Meski Bangladesh sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1 lewat sundulan Shahriar Emon di menit ke-36, Indonesia langsung merespons dengan intensitas serangan yang lebih tinggi.

Mitchell Baker benar-benar menjadi bintang lapangan pada pertandingan malam ini. Penyerang bertalenta tersebut melengkapi aksi luar biasanya dengan mencetak dua gol tambahan sebelum turun minum. Baker mengemas quat-trick di babak pertama lewat gol pada menit ke-38 dan ke-42. Menjelang masa injury time babak pertama, Justin Hubner menambah penderitaan Bangladesh lewat sundulan mematikan menuntaskan umpan silang Calvin Verdonk. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan telak 6-1 untuk Indonesia.

Memasuki babak kedua, ritme permainan tidak banyak berubah. Skuad Garuda terus menggempur lini pertahanan Bangladesh tanpa mengendurkan serangan. Mitchell Baker mencatatkan gol kelimanya (quin-trick) pada laga ini lewat aksi individu yang mengagumkan. Tambahan gol tersebut membuat nama Baker makin kokoh di puncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Walaupun Bangladesh sempat mencuri gol kedua lewat skema serangan balik cepat melalui kaki Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90, Indonesia tidak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang. Di penghujung laga, Indonesia menambah dua gol penutup yang masing-masing dicetak oleh Luke Vickery di menit ke-90 dan eksekusi Kevin Diks pada menit ke-90+6.

Peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 9-2 untuk kemenangan telak Timnas Indonesia.

Kemenangan spektakuler ini tidak hanya mengantarkan Indonesia ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga menegaskan ketajaman lini serang Garuda di pentas regional. Seluruh elemen tim kini langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan strategi terbaik menghadapi partai puncak guna merebut trofi juara yang sudah lama diidam-idamkan publik sepak bola Tanah Air.

Charentio Dimas
Ditulis oleh Charentio Dimas

Komentar