Frame Daily, BANDUNG - FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berakhir kondusif setelah Polda Jawa Barat mengerahkan 2.026 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian pertandingan. Pengamanan berlangsung sejak 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan evaluasi bersama tim supervisi dari Mabes Polri menunjukkan skema pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan optimal. Pengamanan mencakup personel serta empat titik lokasi utama yang disiagakan di wilayah Jawa Barat.
“Alhamdulillah untuk personel untuk mengamankan lokasi FIFA ASEAN Cup berlangsung kondusif hingga hari terakhir pelaksanaan Operasi Garuda Bhakti 2026,” ujar Hendra di Bandung, sebagaima dikutip dari ANTARA, Senin (5/10/2026).
Menurut Hendra, keberhasilan tim nasional Indonesia lolos dan memuncaki klasemen Grup B turut meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap FIFA ASEAN Cup 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian kepolisian dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas suporter menuju stadion.
Sebanyak 2.026 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan turnamen. Mereka berasal dari Polda Jawa Barat, Polrestabes, Polresta Bandung, Polres Cimahi, serta sejumlah instansi terkait.
Ribuan Personel Dikerahkan ke Stadion
Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya dilakukan di area Stadion Si Jalak Harupat. Kepolisian juga menyiagakan personel di sejumlah titik utama yang menjadi bagian dari skema pengamanan selama turnamen berlangsung.
“Jumlah personel yang kita libatkan di sini kurang lebih 2.026 personel, meliputi Polda Jawa Barat, Polrestabes, Polresta Bandung, Polres Cimahi dan instansi terkait,” kata Hendra.
Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama pertandingan. Pengaturan massa, pengamanan stadion, lalu lintas, hingga koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian dari pelaksanaan operasi.
Hendra menyebut kondisi di sekitar stadion tetap terkendali meskipun antusiasme masyarakat meningkat seiring performa tim nasional Indonesia. Kepolisian melakukan pengawalan terhadap aktivitas suporter di dalam maupun luar stadion.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari Operasi Garuda Bhakti 2026. Evaluasi bersama tim supervisi Mabes Polri dilakukan untuk memastikan pola pengamanan yang diterapkan selama FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan sesuai kebutuhan.
Antusiasme Suporter Tetap Dikawal Ketat
Performa tim nasional Indonesia yang berhasil lolos dan memuncaki klasemen Grup B ikut mendorong antusiasme masyarakat terhadap FIFA ASEAN Cup 2026. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengamanan pertandingan.
Hendra mengatakan jumlah suporter tidak sepadat ketika pertandingan Persib Bandung digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Meski demikian, kepolisian tetap menerapkan pengamanan secara ketat untuk memastikan situasi di dalam dan luar stadion tetap terkendali.
“Alhamdulillah untuk personel untuk mengamankan lokasi FIFA ASEAN Cup berlangsung kondusif hingga hari terakhir pelaksanaan Operasi Garuda Bhakti 2026,” ujar Hendra.
Kondisi kondusif juga tidak terlepas dari peran masyarakat dan pendukung tim nasional yang mengikuti ketentuan selama pertandingan. Kepolisian mengapresiasi sikap suporter yang menjaga ketertiban sepanjang pelaksanaan turnamen.
Hendra menilai dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran pengamanan. Koordinasi antara aparat, penyelenggara, dan penonton diperlukan ketika pertandingan melibatkan jumlah massa yang besar.
Operasi Garuda Bhakti Berakhir Kondusif
Rangkaian pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat menjadi bagian dari agenda yang mendapat perhatian kepolisian karena melibatkan pertandingan internasional. Polda Jabar memastikan personel disiapkan untuk mengantisipasi berbagai situasi selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan turnamen pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 berjalan tanpa gangguan keamanan yang menghambat pertandingan berdasarkan evaluasi Polda Jabar. Pengamanan juga mencakup empat titik utama yang telah dipetakan oleh kepolisian di Jawa Barat.
Kesiapan aparat menjadi penting karena pertandingan olahraga internasional dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama ketika tim nasional tampil. Pengaturan akses menuju stadion serta penjagaan area pertandingan menjadi bagian dari strategi untuk menjaga situasi tetap terkendali.
“Apapun kebutuhan fasilitas pengamanan demi kelancaran agenda negara, kepolisian siap memberikan dukungan penuh secara profesional,” kata Hendra.
Dengan berakhirnya FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B di Jawa Barat, Polda Jabar menyatakan seluruh rangkaian pengamanan berjalan kondusif. Sebanyak 2.026 personel gabungan telah menjalankan tugas pengamanan hingga hari terakhir Operasi Garuda Bhakti 2026.
Polda Jabar juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan suporter yang turut menjaga ketertiban selama pertandingan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan turnamen internasional di Stadion Si Jalak Harupat berlangsung aman dan lancar.
Komentar