Stupa Utama Borobudur Dipugar, Akses Dibatasi

Pemugaran stupa utama Candi Borobudur membuat akses pengunjung reguler dibatasi hingga lantai delapan. Program sunrise dan sunset tetap ke lantai sembilan.

Stupa Utama Borobudur Dipugar, Akses Dibatasi
Pemugaran stupa utama Candi Borobudur membuat akses pengunjung reguler dibatasi hingga lantai delapan. (ANTARA)

Frame Daily, MAGELANG - Candi Borobudur kini menjalani pemugaran pada bagian stupa utama setelah hasil riset menemukan sejumlah bagian bangunan yang perlu diperbaiki. Selama pekerjaan berlangsung, pengunjung reguler dibatasi mengakses candi hingga lantai delapan untuk menjaga kelancaran proses pemugaran.

Direktur Operasi Injourney Destination Management Indung Purwita Jati mengatakan Candi Borobudur memerlukan perbaikan pada sejumlah bagian stupa utama karena batu penyusun bangunan telah berusia cukup lama. Pemeriksaan dan pemugaran secara menyeluruh pada bagian tersebut juga belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Memang sekarang sedang ada pemugaran stupa utama, karena dari hasil riset ternyata ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Batu ini sudah cukup lama dan sebelumnya belum pernah kami cek maupun dipugar," kata Indung di Magelang, Senin (5/10/2026).

Pemugaran dilakukan berdasarkan hasil riset yang menjadi dasar pengelola untuk menentukan bagian bangunan yang membutuhkan penanganan. Pekerjaan tersebut berfokus pada stupa utama yang berada di bagian atas Candi Borobudur.

Pengelola kemudian melakukan rekayasa alur kunjungan untuk menjaga pekerjaan konservasi sekaligus memberikan ruang bagi wisatawan menikmati kawasan candi. Pengaturan akses diberlakukan berdasarkan jenis kunjungan yang dipilih wisatawan.

Akses Pengunjung Reguler Dibatasi Lantai Delapan

Selama proses pemugaran, pengunjung reguler Candi Borobudur hanya diperbolehkan mencapai lantai delapan. Pembatasan tersebut berkaitan dengan lokasi pekerjaan yang berlangsung di lantai 10 bangunan candi.

Indung menjelaskan pengaturan tersebut diperlukan agar aktivitas wisatawan tidak mengganggu proses pengerjaan pemugaran. Jalur kunjungan direkayasa sehingga kegiatan konservasi dapat berlangsung secara lebih leluasa.

"Ini penting supaya pengerjaan pemugaran berjalan dengan baik dan tidak terganggu dengan adanya pengunjung yang naik ke atas. Di sisi lain, kami juga memastikan pengunjung tetap nyaman dan tetap bisa menikmati Borobudur dari atas," ujarnya.

Dengan pembatasan tersebut, wisatawan reguler tetap dapat menikmati panorama dari bagian atas Candi Borobudur, meski tidak mencapai lantai tertinggi. Pengelola menempatkan kelancaran konservasi dan kenyamanan pengunjung sebagai pertimbangan dalam pengaturan jalur.

Kebijakan ini juga menjadi bentuk penyesuaian operasional selama pekerjaan berlangsung. Pengunjung tetap dapat melakukan aktivitas wisata di area yang diizinkan tanpa memasuki bagian yang berpotensi mengganggu pekerjaan pemugaran.

Program Sunrise dan Sunset Tetap ke Lantai Sembilan

Berbeda dengan kunjungan reguler, wisatawan yang mengikuti program Candi Borobudur untuk menikmati matahari terbit atau terbenam masih dapat mengakses hingga lantai sembilan. Pengaturan tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana dari ketinggian.

Program sunrise dan sunset memiliki pola kunjungan khusus sehingga aksesnya diatur berbeda dari wisata reguler. Pengelola tetap melakukan pengawasan terhadap pergerakan wisatawan agar jalur yang berdekatan dengan lokasi pemugaran tidak mengganggu aktivitas konservasi.

Pemugaran stupa utama menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kondisi fisik Candi Borobudur sebagai salah satu situs warisan budaya Indonesia. Usia batu penyusun bangunan menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya pemeriksaan dan perbaikan.

Bagi pengunjung, perubahan jalur tersebut berarti pengalaman wisata di bagian atas candi untuk sementara mengalami penyesuaian. Informasi mengenai batas akses menjadi penting agar wisatawan dapat merencanakan kunjungan sesuai program yang dipilih.

Pemugaran Dijadwalkan Berlangsung hingga Akhir Oktober

Rekayasa jalur kunjungan Candi Borobudur direncanakan berlaku hingga akhir Oktober 2026. Durasi tersebut mengikuti tahapan pekerjaan pemugaran yang sedang dilakukan pada bagian stupa utama.

Indung mengatakan pengaturan akses akan disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan. Pengelola perlu memastikan proses konservasi dapat berlangsung sesuai kebutuhan tanpa mengurangi aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Pemugaran dilakukan setelah hasil riset menemukan bagian tertentu yang membutuhkan perbaikan. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan kondisi struktur Candi Borobudur tetap terjaga setelah digunakan sebagai destinasi wisata dalam jangka panjang.

Pengelolaan situs bersejarah seperti Borobudur membutuhkan keseimbangan antara kepentingan konservasi dan aktivitas pariwisata. Pembatasan akses selama pemugaran menjadi salah satu bentuk pengaturan agar kegiatan wisata tetap berjalan tanpa menghambat pekerjaan pelestarian.

Dengan skema tersebut, wisatawan masih dapat menikmati Candi Borobudur selama masa pemugaran, meskipun terdapat batas akses menuju lantai tertinggi. Pengelola mengarahkan pengunjung untuk mengikuti jalur yang telah ditentukan sampai pekerjaan pada stupa utama selesai sesuai tahapan yang direncanakan.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar