Frame Daily, Jakarta - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh Soekarnoputra berlangsung tanpa pembahasan politik. Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyebut pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana personal dan penuh keakraban.
Pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9) kemarain. Menurut Said, pertemuan itu menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi antara dua tokoh yang disebutnya sebagai sahabat.
"Sama sekali tidak ada pembicaraan lainnya, apalagi bicara politik," kata Said dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/9), seperti dikutip ANTARA.
Dalam pertemuan Prabowo dan Megawati tersebut, Presiden datang bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya.
Said menjelaskan, Presiden belum sempat menyampaikan takziah secara langsung ketika jenazah Guruh Soekarnoputra disemayamkan hingga prosesi pemakaman. Padatnya agenda pemerintahan dan kenegaraan disebut menjadi alasan kondisi tersebut.
Prabowo Sampaikan Doa untuk Guruh
Kunjungan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar berlangsung dalam suasana duka. Said mengatakan PDIP memahami kesibukan Presiden, terlebih kepergian Guruh disebut terjadi secara mendadak.
"Apalagi, kepergian Mas Guruh sangat mendadak meninggalkan kita semua, kita semua berduka," ujar Said.
Saat tiba di kediaman Megawati, Presiden langsung disambut oleh Megawati yang didampingi putrinya, Puan Maharani. Said juga turut hadir dalam penyambutan dan pertemuan tersebut.
Menurut Said, Presiden kemudian mendoakan agar Guruh Soekarnoputra mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Megawati juga menyampaikan doa bagi Presiden agar diberikan keberkahan dan kesehatan dalam menjalankan tugas kepemimpinan nasional.
"Sebagai sahabat, tentu Ibu Mega sangat terharu atas perhatian Bapak Presiden," kata Said.
Said menegaskan, pertemuan Prabowo dan Megawati tidak membahas agenda politik. Pertemuan tersebut, menurut dia, lebih mencerminkan hubungan silaturahmi dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Komentar