Frame Daily, JAKARTA - Luas Indonesia ternyata sebanding dengan Benua Eropa yang dihuni lebih dari 30 negara. Presiden Prabowo Subianto menggunakan perbandingan tersebut untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Pernyataan mengenai luas Indonesia itu disampaikan Prabowo saat menjadi inspektur upacara HUT Ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026). Menurut Presiden, kondisi geografis Indonesia membuat kebutuhan terhadap kekuatan pertahanan yang memadai menjadi sangat penting.
"Kita juga akan terus membangun kekuatan kita," kata Prabowo dalam amanatnya, seperti dikutip ANTARA, Senin.
Prabowo menjelaskan Indonesia merupakan negara sangat besar dengan wilayah laut yang luas, ribuan pulau, perbatasan panjang, serta berbagai objek strategis yang harus dilindungi. Gambaran luas Indonesia tersebut menjadi tantangan tersendiri karena seluruh wilayah berada dalam satu sistem pertahanan nasional.
Indonesia Hanya Dijaga Satu TNI
Menurut Prabowo, perbandingan luas Indonesia dengan Eropa menunjukkan besarnya wilayah yang harus dijaga oleh TNI. Eropa terdiri atas lebih dari 30 negara yang masing-masing memiliki kekuatan pertahanan sendiri.
"Mereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu TNI," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menggambarkan perbedaan struktur pertahanan yang dihadapi Indonesia. Jika negara-negara di Eropa memiliki angkatan bersenjata masing-masing, Indonesia mengandalkan satu TNI untuk menjaga wilayah nasional yang membentang sangat luas.
Prabowo menyebut kondisi tersebut membuat tugas prajurit TNI tidak ringan. Mereka harus menjaga rakyat dan wilayah sekaligus memastikan kekayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta Miangas hingga Pulau Rote tetap berada dalam kendali negara.
"Tugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu," kata Presiden.
Besarnya luas Indonesia juga berkaitan dengan karakter geografis negara kepulauan. Ribuan pulau, wilayah laut yang dominan, serta garis perbatasan yang panjang membutuhkan kemampuan pertahanan yang mampu menjangkau berbagai kawasan dengan kondisi berbeda.
Luas Wilayah Bawa Tantangan Baru
Persoalan luas Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ancaman militer konvensional. Prabowo menilai perkembangan dunia saat ini menghadirkan berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks.
Presiden menyebut dunia tengah menghadapi gejolak dan ketidakpastian. Indonesia, menurut dia, mulai menghadapi ancaman melalui ruang siber, disinformasi, dan berita bohong.
Ancaman terhadap wilayah dan kepentingan nasional juga dapat muncul melalui penyelundupan kekayaan negara. Karena itu, pengamanan wilayah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghadapi serangan fisik.
Kondisi geografis dan luas Indonesia membuat TNI harus mengikuti perubahan teknologi. Prabowo meminta prajurit terus belajar dan berlatih agar memiliki kemampuan yang profesional, responsif, modern, inovatif, serta adaptif.
Penguasaan teknologi menjadi salah satu tuntutan dalam pembangunan kekuatan pertahanan. Presiden juga menekankan agar sistem di lingkungan TNI lebih mengedepankan prestasi dan kemampuan, bukan sekadar senioritas.
204 Satuan Baru, Enam Kodam Diresmikan
Besarnya luas Indonesia turut menjadi latar penting dalam pengembangan organisasi TNI. Pada upacara HUT Ke-81 TNI tersebut, Prabowo meresmikan 204 satuan baru.
Dari ratusan satuan tersebut terdapat enam komando daerah militer atau kodam. Pembentukan satuan baru menjadi bagian dari penguatan struktur pertahanan untuk menghadapi kebutuhan pengamanan wilayah Indonesia yang sangat luas.
Upacara tersebut melibatkan 3.378 prajurit yang berasal dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Pasukan Komponen Cadangan serta KKRI/Pramuka juga turut dilibatkan.
Bagi Prabowo, luas Indonesia merupakan salah satu alasan negara harus memiliki kekuatan pertahanan yang mampu menjangkau seluruh pelosok. TNI tidak hanya bertugas menjaga pusat pemerintahan atau kawasan strategis, tetapi juga memastikan keamanan wilayah perbatasan dan kepulauan terluar.
Presiden menegaskan Indonesia tidak berniat mengganggu negara lain dan menghormati seluruh negara. Sikap tersebut berjalan bersamaan dengan prinsip bahwa Indonesia tidak ingin diganggu dan memiliki hak untuk membela diri.
Perbandingan luas Indonesia dengan Eropa menjadi pesan utama Prabowo dalam menggambarkan besarnya mandat pertahanan nasional. Dengan wilayah yang setara dengan kawasan yang terdiri atas lebih dari 30 negara, Indonesia hanya memiliki satu TNI untuk menjaga seluruh kedaulatan nasional.
Komentar