Frame Daily, Jember – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, terus bergulir. Hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh Satgas MBG bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membongkar adanya sejumlah pelanggaran prosedur teknis di area produksi katering, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil menyusul melonjaknya jumlah korban yang kini mencapai 22 anak dari jenjang PAUD dan TK. Seluruh korban dilaporkan mengalami gejala mual hingga muntah massal usai menyantap paket menu katering dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Mubarok Kaliwates (Yayasan 88 Berkah) yang berlokasi di Jalan Teratai. Ketua Satgas MBG Jember sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa pemerintah daerah fokus mengusut tuntas masalah ini dari hulu guna memastikan keselamatan konsumsi para siswa ke depan. Dalam sidak tersebut, tim Satgas menemukan tata letak sirkulasi udara dan penataan peralatan dapur yang dinilai tidak sesuai dengan standar keamanan pangan. Salah satu poin krusial yang disorot tajam adalah penempatan infrastruktur utama di area memasak. "Faktanya ada korban, artinya ada masalah di hulu. Tim kami menemukan penempatan tabung-tabung gas besar justru di dalam ruangan tertutup. Ini sangat berisiko memengaruhi higienitas makanan jika ada kebocoran halus, yang seharusnya posisinya berada di luar ruangan," tegas Fauzi di sela-sela pemeriksaan. Sebagai langkah hukum, Satgas bersama BPOM telah mengamankan sampel makanan dari sisa menu hari Rabu (20/5/2026). Sampel tersebut kini tengah diuji secara klinis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jember untuk mendeteksi potensi kontaminasi bakteri atau zat berbahaya. Hasil uji laboratorium ini nantinya akan menjadi landasan kuat bagi Pemkab Jember untuk menentukan sanksi administratif hingga opsi pemutusan kemitraan. Operasional Dapur Resmi Disuspensi dan Tanggung Jawab Medis Sementara itu, Kepala SPPG Al Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, menjelaskan bahwa menu yang diduga memicu keluhan massal tersebut terbatas pada paket porsi kecil. Menu itu berupa lauk ayam suwir bumbu kuning, tahu krispi, timun, dan jeruk. Sedangkan untuk porsi besar dengan lauk ayam suwir bumbu merah terpantau aman. Kendati demikian, atas arahan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN), operasional dapur tersebut kini resmi disuspensi atau dihentikan sementara dari seluruh aktivitas produksi dan distribusi sampai investigasi rampung. "Mulai kemarin sore kami langsung membagi tim untuk menjemput siswa ke faskes terdekat. Seluruh biaya pengobatan yang tidak ter-cover BPJS kami tanggung sepenuhnya sebagai bentuk tanggung jawab. Kami meminta semua pihak menunggu hasil resmi agar tidak muncul spekulasi liar," kata Farid. Hingga saat ini, perkembangan kondisi dari total 22 anak yang terdampak menunjukkan tren membaik. Sebanyak 4 anak masih menjalani perawatan intensif di RS Kaliwates, 1 anak di Puskesmas Kaliwates, 6 anak di Puskesmas Jember Kidul, dan 11 anak lainnya sudah diizinkan rawat jalan.
Petaka 22 Bocah PAUD TK Keracunan MBG di Jember, Dapur SPPG Resmi Disuspensi
Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaliwates, Jember, berujung sidak Satgas dan BPOM. 22 anak PAUD-TK jadi korban, dapur katering resmi disuspensi.
Komentar