Niat Merantau Kerja, Pemuda Banyuwangi Dikontrak Klub Polandia

Kisah Slamet Santoso (28), pemuda asal Tegaldlimo, Banyuwangi yang resmi direkrut klub Liga 5 Polandia, Sokol Pyrzyce setelah lolos trial tak sengaja.

Niat Merantau Kerja, Pemuda Banyuwangi Dikontrak Klub Polandia
Tim Grafis Framedaily.id

Frame Daily, Banyuwangi – Kecintaan yang mendalam terhadap dunia si kulit bundar berhasil mengantarkan seorang pemuda asal Kabupaten Banyuwangi menembus ketatnya kompetisi sepak bola di benua Eropa. Slamet Santoso (28), warga Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, kini resmi diperkenalkan sebagai bagian dari klub Sokol Pyrzyce yang berkompetisi di Liga 5 Polandia.

​Perjalanan Slamet hingga bisa bergabung dengan klub yang bermarkas di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia tersebut rupanya bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Selama merantau dan bekerja di Polandia, Slamet kerap menghabiskan waktu luangnya untuk menonton pertandingan sepak bola lokal yang digelar tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Pemuda Banyuwangi Slamet Santoso resmi bergabung dengan klub Sokol Pyrzyce di Liga 5 Polandia setelah lolos seleksi ketat selama dua bulan. Mantan pemain Liga 3 Indonesia ini siap menanti debutnya di Eropa.

​Intensitasnya dalam menyaksikan laga serta latihan para pemain lokal rupanya menarik perhatian tersendiri bagi jajaran ofisial klub. Hingga pada suatu hari, Slamet ditawari untuk ikut bergabung dalam sesi latihan dan diberikan kesempatan emas mengikuti seleksi pemain (trial).

​"Awalnya saya hanya menonton pertandingan sepak bola di dekat tempat tinggal. Setelah pertandingan selesai, saya ikut bermain bersama anak-anak di stadion. Dari situ, ada ofisial tim yang meminta nomor kontak saya dan mengajak ikut latihan untuk menjalani trial," kenang Slamet saat menceritakan awal mulanya.

Lolos Seleksi Ketat Selama Dua Bulan

​Kesempatan langka tersebut langsung dimanfaatkan dengan maksimal. Slamet mengikuti porsi latihan intensif bersama skuad Sokol Pyrzyce selama hampir dua bulan lamanya. Berbekal jam terbang dan fundamental sepak bola yang matang sejak di Indonesia, ia sukses memikat hati tim pelatih.

​"Selama hampir dua bulan saya ikut latihan bersama tim. Setelah melalui proses penilaian performa serta pengurusan administrasi yang cukup panjang karena status saya sebagai pemain asing, akhirnya saya resmi dikontrak oleh klub ini," jelasnya.

​Meski sudah resmi mengikat kontrak, pemain berposisi gelandang ini mengaku masih harus bersabar untuk melakoni laga debutnya. Hal ini dikarenakan proses pengesahan administrasi internasional dari federasi sepak bola setempat baru rampung sepenuhnya pada pekan lalu.

​"Saya baru disahkan oleh federasi sepak bola di sini minggu lalu, jadi belum sempat debut di pertandingan resmi. Mudah-mudahan pekan depan sudah bisa turun ke lapangan," ungkap Slamet optimis.

Mantan Penggawa Liga 3 Indonesia

​Bagi Slamet, sepak bola sudah mendarah daging. Sebelum memutuskan merantau ke Polandia untuk mengadu nasib sebagai pekerja migran, ia sudah lama malang melintang di kancah sepak bola Bumi Blambangan. Tercatat, ia pernah memperkuat sejumlah klub lokal ternama, termasuk Banyuwangi Putra dan Baruna Nusantara yang berkompetisi di Liga 3 Indonesia.

​"Saya memang sangat mencintai sepak bola. Sebelum ke Polandia, saya bermain di Liga 3 bersama Baruna Nusantara, dan sebelumnya juga sempat membela Banyuwangi Putra," tuturnya.

​Keberhasilan Slamet menembus ketatnya industri sepak bola di Polandia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banyuwangi. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja perantau, ia membuktikan bahwa tembok pembatas dan jarak tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya.

​Bersama klub barunya, Sokol Pyrzyce, Slamet berharap bisa terus meningkatkan performa fisiknya serta mendapatkan menit bermain reguler di kompetisi Polandia. Ia juga berharap rekam jejaknya ini bisa menjadi pemantik motivasi bagi talenta-talenta muda di Banyuwangi agar tidak takut bermimpi berkarier di level internasional.

Ditulis oleh RAS

Komentar