Mendiktisaintek Usut Dugaan Riset Palsu Peneliti Indonesia di Denmark

Mendiktisaintek Usut Dugaan Riset Palsu Peneliti Indonesia di Denmark
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Tanggapi Isu Riset Palsu

Frame Daily, Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mulai menyelidiki dugaan pemalsuan riset ilmiah yang menyeret sejumlah peneliti asal Indonesia. Kasus ini ramai dibahas usai muncul dugaan manipulasi data dalam konferensi internasional ISPPD 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark pada 17–21 Mei 2026.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan pihaknya masih mendalami seluruh informasi yang beredar dan memastikan proses verifikasi dilakukan secara hati-hati. Ia juga menegaskan semua pihak tetap harus diberi kesempatan memberikan klarifikasi.

“Kita juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Brian.

Brian menjelaskan dugaan pelanggaran integritas akademik memang bisa berdampak besar terhadap citra peneliti Indonesia di mata dunia. Menurutnya, praktik fabrikasi data tidak bisa dibenarkan dalam dunia penelitian.

“Integritas akademik menjadi fondasi utama pendidikan tinggi,” kata Brian.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah peneliti Wa Ode Dwi Daningrat bersama Mandhara mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam sejumlah presentasi riset peserta asal Indonesia. Beberapa penelitian disebut menggunakan data yang diduga tidak valid hingga dicurigai dibuat dengan bantuan AI secara tidak etis.

Mandhara juga menyoroti dampak besar kasus tersebut terhadap reputasi ilmuwan Indonesia di forum internasional.

“Dampaknya fatal. Bukan hanya ke pelaku, tapi semua peneliti dari Indonesia kena getahnya,” tulis Mandhara melalui akun media sosialnya.

Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia ikut menyoroti kasus ini. Prof Theddeus Octavianus Hari Prasetyono menyebut dugaan tersebut lebih mengarah pada persoalan etika akademik dan integritas penelitian.

“Terduga kuat ini adalah persoalan di ranah etik,” ujar Prof Theddeus.

Kesanakemari
Ditulis oleh Kesanakemari

Komentar