Kualitas Udara Jakarta Masuk Enam Terburuk Dunia Pagi Ini, AQI Tembus 159

“Kualitas udara Jakarta berada di peringkat keenam terburuk di antara kota besar dunia pada Selasa pagi, 29 September 2026. Pada pukul 06.30 WIB, AQI Jakarta tercatat 159 atau masuk kategori tidak sehat.”

Kualitas Udara Jakarta Masuk Enam Terburuk Dunia Pagi Ini, AQI Tembus 159
Aktivitas pekerja pada pagi hari di tengah kondisi udara perkotaan. Kualitas udara Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa pagi, 29 September 2026, dengan AQI 159 berdasarkan pemantauan IQAir pukul 06.30 WIB. Ilustrasi: Framedaily.id

Frame Daily, Jakarta - Kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa pagi, 29 September 2026. Ibu Kota tercatat menempati peringkat keenam dalam daftar kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan pemantauan IQAir.

Pada pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 159. Angka tersebut menempatkan kualitas udara Jakarta dalam kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat disarankan lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu lama.

Peringkat kualitas udara global perlu dibaca berdasarkan waktu pengukuran. Data IQAir bersifat real-time dan dapat berubah dari jam ke jam seiring perubahan konsentrasi polutan, kondisi cuaca, arah angin, dan data yang masuk dari stasiun pemantauan.

Dua Hari Berturut-turut Udara Jakarta Tidak Sehat

Kondisi buruk bukan hanya terjadi pada Selasa pagi.

Sehari sebelumnya, Senin, 28 September 2026, kualitas udara Jakarta bahkan sempat berada di posisi kedua terburuk di antara kota besar dunia. Pada pukul 06.00 WIB, AQI Jakarta tercatat 183, juga dalam kategori tidak sehat.

Saat itu, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5, dengan konsentrasi 97 mikrogram per meter kubik. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.

Pada Selasa pagi, AQI turun menjadi 159 dibandingkan 183 pada waktu pengamatan pagi sebelumnya. Namun, penurunan angka tersebut belum berarti kualitas udara sudah baik, karena keduanya masih berada dalam kategori tidak sehat menurut indeks yang digunakan IQAir.

Data beberapa hari sebelumnya juga menunjukkan kualitas udara Jakarta berfluktuasi. Pada Sabtu, 26 September 2026, AQI Jakarta pada pukul 06.00 WIB berada di angka 113 dan masuk dalam daftar 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk dunia pada saat pengamatan tersebut.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat AQI Tidak Sehat?

Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, paparan polusi perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan.

Berdasarkan rekomendasi yang menyertai pemantauan kualitas udara, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika harus berada di luar, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar, serta menggunakan penyaring udara jika tersedia.

Kualitas udara juga sebaiknya diperiksa kembali sebelum beraktivitas karena angka AQI yang tercatat pagi hari tidak otomatis berlaku sepanjang hari.

Penting pula membedakan peringkat global dengan ukuran kualitas udara itu sendiri. Posisi keenam berarti Jakarta berada pada urutan tersebut dalam pemeringkatan kota besar yang dipantau IQAir pada waktu tertentu, bukan berarti Jakarta secara permanen merupakan kota dengan udara terburuk keenam di dunia.

Karena itu, angka yang paling relevan untuk menilai kondisi pagi ini adalah AQI 159 pada pukul 06.30 WIB, yang menunjukkan kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat.

Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.

Ditulis oleh Riki firmansyahrial

Komentar