Frame Daily, Paris - Euforia kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions berubah menjadi malam penuh kekacauan di ibu kota Prancis. Ribuan suporter yang turun ke jalan untuk merayakan gelar bersejarah justru memicu kerusuhan besar di berbagai titik kota, membuat suasana Paris disebut-sebut menyerupai zona perang.
Perayaan yang awalnya dipenuhi sorak sorai berubah menjadi aksi vandalisme, pembakaran, hingga bentrokan dengan aparat keamanan. Kawasan ikonik Champs-Élysées dan area sekitar Parc des Princes menjadi pusat kerumunan massa yang sulit dikendalikan.
Ratusan Orang Ditangkap
Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sedikitnya 326 orang ditahan dalam kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 235 orang diamankan di Paris. Penangkapan dilakukan setelah aparat menemukan berbagai aksi pelanggaran hukum yang terjadi selama perayaan kemenangan PSG berlangsung.
Jumlah penangkapan yang tinggi menunjukkan skala kerusuhan yang jauh melampaui perayaan sepak bola biasa.
Puluhan Polisi Terluka
Kerusuhan juga menyebabkan banyak korban luka. Sedikitnya 57 anggota kepolisian dilaporkan mengalami cedera saat bertugas mengamankan situasi.
Para petugas menjadi sasaran lemparan batu, botol, serta kembang api yang diarahkan ke barisan keamanan. Bentrokan antara massa dan aparat terjadi di beberapa lokasi ketika polisi berupaya membubarkan kerumunan yang semakin tidak terkendali.
Kendaraan Dibakar dan Toko Dirusak

Di sejumlah ruas jalan Paris, massa menyalakan flare dan membuat api unggun di tengah jalan. Beberapa kendaraan dilaporkan dibakar, sementara sejumlah toko mengalami kerusakan akibat aksi perusakan.
Situasi semakin memanas ketika sekelompok orang mencoba menyerbu sebuah kantor polisi. Aksi tersebut memicu respons cepat dari aparat untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan jalanan dipenuhi asap, kobaran api, serta puing-puing yang berserakan di berbagai sudut kota.
Lalu Lintas Paris Lumpuh

Perayaan kemenangan PSG juga berdampak besar terhadap mobilitas warga. Ribuan penggemar sempat memblokir sejumlah jalur utama, termasuk jalan lingkar Paris atau Périphérique.
Barikade jalan dirusak dan arus kendaraan mengalami gangguan di berbagai titik. Banyak warga terpaksa menghindari area pusat kota karena situasi yang dianggap tidak aman.
Pemerintah Kerahkan 22.000 Polisi
Mengantisipasi potensi kerusuhan, pemerintah Prancis sebenarnya telah mengerahkan sekitar 22.000 personel kepolisian di seluruh negeri.
Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 petugas ditempatkan khusus di Paris. Saat situasi semakin memanas, aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan memulihkan ketertiban.
Langkah tersebut akhirnya berhasil mengendalikan kondisi setelah beberapa jam ketegangan berlangsung di jalanan ibu kota.
Euforia Juara yang Ternoda Kerusuhan
Kerusuhan ini menjadi catatan kelam di tengah keberhasilan PSG meraih gelar Liga Champions. Kemenangan yang seharusnya menjadi momen bersejarah bagi klub dan para pendukungnya justru diwarnai aksi kekerasan serta perusakan fasilitas publik.
Perayaan yang berubah menjadi chaos tersebut meninggalkan kerugian besar dan menjadi sorotan dunia, sekaligus mengingatkan bahwa euforia olahraga dapat berubah menjadi ancaman keamanan ketika tidak terkendali.
Komentar