Ketua MPR Ahmad Muzani Tinjau Kampung Nelayan dan Sekolah Rakyat di Natuna

Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna untuk meninjau infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat, Rabu (30/9).

Ketua MPR Ahmad Muzani Tinjau Kampung Nelayan dan Sekolah Rakyat di Natuna
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat meninjau infrastruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Foto: Framedaily.id/Senida

Frame Daily, Natuna - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu (30/9/2026) pagi. Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat serta kesiapan fasilitas publik di wilayah perbatasan.

Dalam agenda tersebut, Muzani mendatangi dua lokasi utama yang menyasar pemberdayaan ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat, yakni Kampung Nelayan Merah Putih dan fasilitas Sekolah Rakyat.

Infrastruktur Terpadu untuk Nelayan

Di Kampung Nelayan Merah Putih, Muzani meninjau sejumlah infrastruktur penunjang aktivitas nelayan. Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi area perbaikan kapal, pabrik es, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga balai pertemuan nelayan.

Muzani menilai fasilitas terpadu yang telah dibangun di kawasan tersebut tergolong cukup lengkap. Infrastruktur ini diharapkan secara langsung dapat mempermudah nelayan pesisir dalam menyimpan, melelang, hingga menjual hasil tangkapan laut mereka.

Pembangunan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih, menurut Muzani, merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat yang bermukim di beranda terdepan Indonesia.

Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Selain meninjau sektor perikanan, rombongan MPR RI juga menyambangi Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Natuna. Fasilitas pendidikan ini diketahui mendidik sekitar 180 siswa yang tersebar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Berdasarkan data yang diterima dalam kunjungan, para peserta didik di Sekolah Rakyat seluruhnya berasal dari keluarga kelompok desil satu dan desil dua (kategori rumah tangga sangat miskin dan miskin).

Muzani mendorong seluruh siswa agar memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah disediakan secara maksimal dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan langkah krusial negara dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan.

Upaya mencerdaskan masyarakat di wilayah perbatasan melalui program pendidikan gratis ini, tambah Muzani, merupakan investasi jangka panjang yang mutlak membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari semua pihak.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar