Frame Daily, Banyuwangi — Suasana duka menyelimuti Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, pada Minggu (4/10/2026) siang. Tangis histeris keluarga pecah begitu ambulans yang membawa jenazah Soni Marta, korban insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8, memasuki halaman rumah duka.
Peti jenazah tiba sekitar pukul 12.30 WIB setelah menempuh perjalanan darat dari Surabaya. Ketika peti kayu tersebut perlahan diturunkan dan dipindahkan ke dalam rumah untuk disemayamkan, istri serta anak-anak korban tidak sanggup menahan kesedihan. Kerabat dekat, tetangga, hingga warga sekitar yang melayat di lokasi pun ikut larut dalam kepedihan mendalam.
Soni Marta merupakan salah satu ABK atau penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam pelayaran KM Virgo Transport 8 rute Banyuwangi menuju Banjarmasin. Kepulangan jenazah ke tanah kelahiran menjadi akhir dari kepastian panjang yang dinantikan keluarga selama masa pencarian.
Baju dan Gelang Pasangan Jadi Penentu Identifikasi
Pihak keluarga pertama kali menerima kabar resmi mengenai penemuan jenazah Soni dari manajemen perusahaan yang menaungi kapal pada Sabtu kemarin. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti untuk memastikan identitas fisik korban secara akurat.
Jordan Valentino, anak sambung Soni, menuturkan bahwa keluarga sempat diminta memverifikasi sejumlah barang peninggalan yang melekat pada tubuh jenazah. Berdasarkan barang-barang pribadi itulah, pihak keluarga meyakini secara penuh bahwa jenazah tersebut adalah Soni Marta.
"Dari pihak perusahaan yang menaungi kapal, kami mendapat informasi kalau ayah saya sudah ditemukan dan sudah diidentifikasi, Sabtu kemarin," ujar Jordan di rumah duka.
Jordan menjelaskan, ada petunjuk unik yang membuat keluarga sangat yakin saat proses verifikasi berlangsung. Ciri utama terletak pada pakaian serta aksesori khusus yang dikenakan korban sebelum berlayar.
"Ada barang sweater warna hitam yang memang itu punya ayah saya. Sama gelang yang dipakai itu couple-an sama adik saya yang kecil. Jadi kami yakin itu memang ayah saya," ungkap Jordan dengan suara bergetar.
Di mata anak-anaknya, Soni dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab, penuh kasih sayang, dan sabar. Jordan menambahkan bahwa almarhum tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang antara anak kandung maupun anak sambung. Setelah seluruh prosesi penghormatan terakhir di rumah duka selesai, jenazah Soni langsung diantar ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Genteng Kulon untuk dimakamkan.
Pengawalan Ketat Lintas Daerah hingga Rumah Duka
Proses pemulangan jenazah Soni Marta dari Kalimantan Selatan hingga menuju rumah duka di Banyuwangi mendapat pengawalan penuh dari dinas terkait. Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur melalui Unit Jawa Timur Social Care (JSC) menerjunkan tim khusus guna mendampingi alur kepulangan korban.
Kasi Bimsos UPT PSTW Banyuwangi, Agung Prangwardani, menjelaskan bahwa jenazah korban diterbangkan langsung dari Banjarmasin dan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada pagi hari.
"Jenazah korban tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 07.10 WIB setelah diterbangkan dari Banjarmasin," kata Agung saat ditemui di lokasi pemakaman.
Begitu mendarat di Surabaya, tim gabungan langsung memindahkan peti jenazah ke ambulans untuk melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan memakan waktu beberapa jam hingga akhirnya tiba tepat waktu di Genteng Kulon sekitar pukul 12.30 WIB.
Pengawalan ini dilakukan tidak hanya sebatas urusan logistik atau transportasi, melainkan mencakup seluruh rangkaian prosesi hingga jenazah selesai dimasukkan ke liang lahad.
Pendampingan Psikologis untuk Anak Korban
Selain mengurus kepulangan fisik jenazah, pemerintah daerah memberikan perhatian mendalam terhadap kondisi mental keluarga yang ditinggalkan. Kehilangan sosok penopang keluarga secara mendadak tentu menyisakan trauma berat, terutama bagi anak-anak yang masih menempuh pendidikan.
Agung Prangwardani menegaskan bahwa Dinsos Jawa Timur terus melakukan pemantauan psikologis secara berkala kepada keluarga korban. Saat ini, terdapat dua anak almarhum Soni yang statusnya masih aktif bersekolah dan membutuhkan perhatian khusus.
"Selain mengawal proses pemulangan jenazah sampai penguburan, kami juga terus melakukan pemantauan terhadap psikologis anak korban, terutama yang masih sekolah," tutur Agung.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kondisi mental keluarga tergolong tegar saat menghadapi kenyataan pahit ini. Kendati demikian, tim pendamping psikologis disyiapkan untuk melakukan kunjungan rutin pascapemakaman.
"Kondisi psikis sejauh ini stabil. Pendampingan tersebut akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis anak-anak korban tetap terpantau setelah kehilangan orang tua mereka," pungkasnya.
Tragedi tenggelam atau kecelakaan KM Virgo Transport 8 ini sempat menyita perhatian publik di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Kepulangan jenazah Soni Marta memberikan kejelasan bagi keluarga, sekaligus menutup masa pencarian panjang yang menegangkan.
Komentar