Gebrakan Prabowo di HUT TNI, 204 Satuan Baru dan 6 Kodam Resmi Berdiri

HUT TNI ke-81 diwarnai peresmian 204 satuan baru oleh Prabowo. Presiden juga meminta TNI mengutamakan prestasi, teknologi, dan kesiapan menghadapi ancaman.

Gebrakan Prabowo di HUT TNI, 204 Satuan Baru dan 6 Kodam Resmi Berdiri
Presiden RI Prabowo Subianto melantik enam panglima kodam satuan baru dengan memberikan tongkat komando dan bendera kesatuan di Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026). (Sekretariat presiden)

Frame Daily, JAKARTA - HUT TNI ke-81 menjadi momentum Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk enam komando daerah militer (Kodam), Senin, 5 Oktober 2026. Peresmian berlangsung dalam upacara HUT TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta.

Dalam HUT TNI ke-81, Prabowo juga mengukuhkan enam panglima Kodam baru secara simbolis melalui penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan. Peresmian dilakukan setelah Presiden menekan sirene sebagai tanda dimulainya operasional satuan-satuan baru tersebut.

Presiden mengatakan pembentukan satuan baru merupakan bagian dari penguatan organisasi dan kemampuan pertahanan nasional. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” kata Prabowo.

Rangkaian HUT TNI ke-81 tersebut melibatkan 3.378 prajurit dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Pasukan Komponen Cadangan serta KKRI/Pramuka juga dilibatkan dalam upacara yang dipimpin langsung Presiden Prabowo.

Komposisi 204 satuan baru mencakup enam Kodam, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan tiga Batalyon Bantuan Tempur. TNI Angkatan Laut menambah satu brigade dan empat batalyon Marinir, sedangkan TNI Angkatan Udara membentuk 10 satuan baru.

Enam Kodam Baru Diresmikan

Enam Kodam yang diresmikan dalam HUT TNI ke-81 memiliki cakupan wilayah dan komando baru. Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah berada di Kepulauan Riau dengan Pangdam Mayjen TNI Rionardo.

Kodam XXVI/Mataram berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga. Berikutnya, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur dipimpin Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua.

Tiga Kodam lainnya ialah Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara dengan Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung, serta Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.

Pengukuhan dilakukan dengan penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing panglima. Langkah tersebut menandai terbentuknya struktur komando baru yang menjadi bagian dari pengembangan organisasi TNI.

Di lingkungan TNI Angkatan Darat, pengembangan organisasi juga mencakup puluhan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan dan ratusan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Tiga Batalyon Bantuan Tempur turut masuk dalam struktur satuan yang diresmikan Presiden.

Untuk TNI Angkatan Laut, pembentukan satu brigade dan empat batalyon Marinir menjadi bagian dari penguatan organisasi. TNI Angkatan Udara juga menambah satuan mulai dari Divisi II Pasukan Gerak Cepat hingga satuan radar.

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi

Dalam amanat HUT TNI ke-81, Prabowo tidak hanya menyoroti penguatan organisasi. Presiden meminta sistem pembinaan prajurit mengutamakan kemampuan dan prestasi, bukan sekadar senioritas.

“Saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sekadar senioritas,” kata Prabowo dalam amanatnya di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta.

Prabowo juga meminta agar loyalitas di lingkungan TNI tidak dibangun secara sempit berdasarkan salah satu matra atau angkatan. Menurut dia, kekuatan institusi militer harus dibangun melalui sistem yang mampu menempatkan kemampuan prajurit sebagai salah satu dasar pengembangan karier.

Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan berbagai institusi negara. Kerja sama tersebut mencakup kementerian, lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga kepala suku.

Menurut Prabowo, kemampuan TNI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Arahan tersebut berkaitan dengan fungsi TNI dalam mendukung kepentingan nasional sesuai tugas yang diberikan.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan tema HUT TNI tahun ini, “TNI Kuat Bersama Rakyat”, dengan sejarah kelahiran TNI. Ia mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan menjalankan perjuangan bersama rakyat.

“Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia,” kata Prabowo kepada para prajurit. Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dalam penanganan berbagai bencana, seperti banjir, longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, dan kebakaran.

Ancaman Siber Jadi Perhatian

Pesan lain dalam HUT TNI ke-81 berkaitan dengan perubahan karakter ancaman terhadap negara. Prabowo menegaskan peperangan pada masa kini tidak selalu hadir dalam bentuk serangan fisik.

“Perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih,” ujar Prabowo.

Presiden meminta TNI terus beradaptasi agar menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Penguasaan teknologi disebut sebagai salah satu kemampuan yang harus diperkuat prajurit menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Prabowo juga mengingatkan adanya ancaman yang berkembang melalui ruang siber, disinformasi, dan berita bohong. Penyelundupan kekayaan negara turut disebut sebagai persoalan yang dapat berkaitan dengan kedaulatan Indonesia.

Karena itu, masa damai menurut Prabowo perlu dimanfaatkan TNI untuk memperkuat kesiapan. Prajurit diminta terus belajar dan berlatih agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk skenario terburuk.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan TNI tidak hanya diarahkan pada penambahan satuan dan struktur komando. Modernisasi kemampuan, penguasaan teknologi, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan membaca ancaman menjadi bagian dari agenda pertahanan yang disampaikan Presiden.

Hadirkan Pesan TNI Bersama Rakyat

Upacara HUT TNI ke-81 turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebelum memimpin upacara, Prabowo memeriksa pasukan dengan menaiki kendaraan taktis Maung MV3 varian Inspektur Upacara buatan PT Pindad. Presiden didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Komandan Upacara Letjen TNI Lucky Avianto.

Peresmian 204 satuan baru menjadi salah satu agenda utama HUT TNI ke-81. Bersamaan dengan itu, Presiden memberikan penekanan pada pembenahan sistem berbasis prestasi, penguasaan teknologi, kerja sama lintas lembaga, serta kesiapan menghadapi bentuk ancaman yang terus berubah.

Dengan struktur organisasi yang bertambah dan tuntutan kemampuan yang semakin kompleks, TNI diharapkan mampu menjalankan fungsi pertahanan secara profesional. Pesan Prabowo dalam peringatan tersebut menempatkan kesiapan prajurit, kemajuan teknologi, serta kedekatan dengan rakyat sebagai bagian dari tantangan penguatan TNI ke depan.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar