Frame Daily, Jakarta-Dugaan skandal riset palsu yang melibatkan sejumlah peneliti asal Indonesia tengah menjadi sorotan di forum ilmiah internasional. Kasus ini mencuat usai beberapa peserta diduga mempresentasikan penelitian fiktif dalam konferensi kesehatan dunia ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark.
Seminar internasional tersebut berlangsung pada 17–21 Mei 2026 dan dihadiri ribuan ilmuwan, dokter, serta peneliti dari berbagai negara. Forum itu dikenal sebagai ajang bergengsi yang membahas pneumonia dan penyakit pneumokokus.
Kecurigaan muncul setelah sejumlah riset yang dipresentasikan dinilai tidak masuk akal dan diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Beberapa data penelitian disebut tidak dapat diverifikasi, bahkan ada dugaan penggunaan identitas berbeda saat presentasi berlangsung.
Sejumlah peneliti dan akademisi Indonesia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada panitia konferensi. Dugaan pemalsuan itu disebut berkaitan dengan upaya memperoleh travel grant atau dana perjalanan dari penyelenggara acara internasional.
Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) ikut menyoroti kasus ini dan meminta dilakukan audit ilmiah secara independen. Dugaan manipulasi data, plagiarisme, hingga penyalahgunaan AI dinilai dapat merusak kredibilitas dunia riset Indonesia di mata internasional.
Komentar