Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Pilates dan Padel Digandrungi Gen Z

Tren olahraga di kalangan Gen Z terus berkembang. Dari pilates hingga padel, aktivitas ini bukan hanya gaya hidup, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Pilates dan Padel Digandrungi Gen Z
Sejumlah anak muda mengikuti kelas pilates dan bermain padel sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat yang semakin populer. (Foto ilustrasi/AI/ftamedaily.id)

Frame Daily, Jakarta – Tren gaya hidup sehat di kalangan anak muda terus berkembang. Jika sebelumnya pusat kebugaran atau gym menjadi pilihan utama, kini berbagai olahraga seperti pilates, padel, lari, pickleball, hingga yoga semakin populer dan menjadi bagian dari rutinitas generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.

Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh media sosial, tetapi juga meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Berbagai komunitas olahraga bermunculan di kota-kota besar, sementara unggahan aktivitas olahraga di media sosial turut mendorong semakin banyak anak muda untuk ikut mencoba.

Pilates Jadi Pilihan untuk Meningkatkan Fleksibilitas

Pilates dikenal sebagai olahraga yang berfokus pada kekuatan otot inti (core), keseimbangan, postur tubuh, serta fleksibilitas. Gerakannya cenderung berdampak rendah (low impact), sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia maupun tingkat kebugaran.

Banyak anak muda memilih pilates karena dinilai membantu memperbaiki postur akibat terlalu lama duduk di depan komputer atau menggunakan gawai. Selain itu, latihan ini juga dapat meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi ketegangan otot.

Padel, Olahraga Sosial yang Sedang Naik Daun

Padel menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di berbagai negara. Permainan ini menggabungkan unsur tenis dan squash dengan lapangan yang lebih kecil serta dimainkan secara berpasangan.

Bagi banyak anak muda, padel bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana bersosialisasi. Permainannya relatif mudah dipelajari oleh pemula, membuat olahraga ini cepat menarik minat masyarakat.

Lari dan Komunitas yang Terus Berkembang

Olahraga lari masih menjadi favorit karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas lari berkembang pesat di berbagai kota dengan agenda latihan rutin hingga ajang lomba yang semakin diminati.

Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik aerobik seperti berjalan cepat dan berlari membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, stroke, serta meningkatkan kesehatan mental.

Kurangi Duduk Terlalu Lama Cegah Penyakit Jantung Frame Daily
Mengurangi duduk terlalu lama di kantor dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Simak penjelasan ahli serta langkah pencegahannya.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Pickleball dan Yoga Juga Mencuri Perhatian

Selain pilates dan padel, pickleball juga mulai dikenal karena memadukan unsur tenis, badminton, dan tenis meja. Permainannya ringan sehingga cocok dimainkan oleh berbagai usia.

Sementara itu, yoga tetap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, sekaligus mengurangi stres. Latihan pernapasan dan meditasi yang menjadi bagian dari yoga juga dinilai membantu menjaga kesehatan mental.

Mengapa Anak Muda Menyukai Olahraga Ini?

Popularitas olahraga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Mudah dipelajari oleh pemula.
  • Memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
  • Menjadi sarana bertemu komunitas baru.
  • Banyak dibagikan melalui media sosial sehingga menarik perhatian generasi muda.
  • Menawarkan pengalaman olahraga yang lebih menyenangkan dibandingkan latihan monoton.

Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak memilih olahraga hanya karena sedang viral. Jenis olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, tujuan kebugaran, dan kemampuan fisik masing-masing.

Aktivitas Fisik Tetap Menjadi Kunci

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot sedikitnya dua kali setiap minggu. Rekomendasi tersebut bertujuan membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, memperkuat tulang dan otot, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular.

Kesimpulan

Popularitas pilates, padel, lari, pickleball, dan yoga menunjukkan bahwa gaya hidup aktif semakin diminati anak muda. Di balik tren yang berkembang di media sosial, aktivitas fisik secara rutin memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tubuh maupun mental. Yang terpenting bukan mengikuti olahraga yang sedang populer, melainkan memilih aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat dilakukan secara konsisten.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO) – Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
  3. American College of Sports Medicine (ACSM) – Rekomendasi aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran.
Ditulis oleh Shidarta

Komentar