Frame Daily, Jakarta - Fenomena office ageing tengah ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah sejumlah pekerja kantoran di China membagikan pengalaman perubahan penampilan setelah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja. Kulit disebut terlihat lebih kusam, wajah tampak lelah, mata terasa berat hingga muncul keluhan mengenai kondisi kulit yang berbeda setelah menjalani rutinitas kantor.
Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi tren. Sejumlah pekerja bahkan membagikan cara unik untuk mengurangi paparan lingkungan kantor, mulai dari menggunakan tabir surya di dalam ruangan hingga memasang payung di meja kerja. Namun, apakah benar lingkungan kantor dapat membuat seseorang mengalami penuaan kulit lebih cepat?
Secara ilmiah, jawabannya tidak sesederhana itu. Office ageing bukan istilah diagnosis medis, melainkan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan perubahan tampilan atau kondisi tubuh yang dirasakan setelah menjalani rutinitas kerja di lingkungan kantor. Sejumlah faktor di dalam maupun sekitar kantor memang dapat memengaruhi kulit, tetapi hubungan langsung antara bekerja di kantor dan penuaan dini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Office ageing ramai setelah viral di media sosial
Perbincangan mengenai office ageing mencuat di China pada 2026. Sejumlah pengguna media sosial membandingkan penampilan mereka sebelum dan setelah bekerja seharian. Wajah yang terlihat segar pada pagi hari disebut berubah menjadi lebih kusam, berminyak atau tampak lelah menjelang sore.
Media internasional melaporkan, sebagian pekerja bahkan menggunakan payung kecil di meja kerja, topi pelindung matahari, penutup wajah dan tabir surya sebagai bentuk perlindungan. Keluhan yang muncul tidak hanya menyangkut kulit, tetapi juga mata lelah dan kondisi tubuh yang terasa lebih tidak segar setelah berjam-jam bekerja.
Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa istilah office ageing tidak semata-mata berkaitan dengan kosmetik. Perbincangan tersebut bersinggungan dengan persoalan durasi kerja, stres, kualitas lingkungan kantor, pendingin ruangan dan kebiasaan bekerja dalam posisi yang sama selama berjam-jam.
Meski demikian, pengalaman pengguna media sosial tidak dapat dianggap sebagai bukti medis. Perubahan tampilan wajah pada sore hari juga dapat dipengaruhi oleh kurang tidur, kelelahan, dehidrasi, stres, produksi minyak, makeup yang berubah sepanjang hari hingga pencahayaan ruangan.
Benarkah AC membuat kulit terlihat lebih tua?
Salah satu faktor yang banyak dikaitkan dengan office ageing adalah penggunaan pendingin ruangan. Ruangan ber-AC dapat memiliki kelembapan yang relatif rendah. Kondisi tersebut berpotensi membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa lebih kering.
Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan melalui PubMed menemukan bahwa kelembapan lingkungan dapat memengaruhi sejumlah parameter kesehatan kulit. Beberapa penelitian yang ditinjau menunjukkan bahwa kelembapan rendah di lingkungan dalam ruangan ber-AC berkaitan dengan gejala kulit kering, perubahan kadar air lapisan kulit, elastisitas dan kekasaran kulit. Namun, peneliti juga menekankan bahwa bukti mengenai hubungan kelembapan dan fungsi pelindung kulit masih belum sepenuhnya konsisten.
Penelitian lain mengenai kondisi udara ber-AC menemukan bahwa lingkungan dengan udara kering dapat memengaruhi hidrasi kulit. Dalam eksperimen terhadap kulit wajah, penggunaan kabut air menunjukkan efek terhadap kelembapan dan sifat mekanik kulit dalam kondisi ruang ber-AC dengan kelembapan relatif rendah.
Artinya, AC lebih tepat dikaitkan dengan kulit yang kehilangan kelembapan atau terasa kering, bukan secara otomatis menyebabkan kulit mengalami penuaan dini. Kulit yang lebih kering juga dapat membuat garis-garis halus terlihat lebih jelas sehingga wajah tampak kurang segar.
Cahaya kantor dan isu paparan UV
Faktor lain yang menjadi sorotan adalah pencahayaan. Di media sosial, lampu kantor bahkan disebut sebagai salah satu penyebab kulit tampak lebih tua. Namun, klaim ini perlu dilihat secara hati-hati.
American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa sinar UVA dari matahari dapat menembus kaca dan berkontribusi terhadap penuaan kulit, termasuk kerutan dan perubahan pigmentasi. Karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari tetap relevan bagi orang yang beraktivitas di dekat jendela atau sering keluar-masuk ruangan.
Sementara itu, bukti mengenai lampu kantor biasa tidak sesederhana anggapan bahwa setiap pencahayaan ruangan menyebabkan penuaan kulit. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Photochemistry and Photobiology B memang menemukan bahwa paparan UVA dosis rendah dari emisi lampu fluoresen dalam kondisi penelitian tertentu dapat memengaruhi sejumlah parameter kulit. Namun, hasil tersebut tidak berarti bahwa seluruh pekerja kantor akan mengalami photoaging hanya karena berada di bawah lampu kantor.
Karena itu, sumber UV yang sudah jelas dan terbukti berpengaruh terhadap penuaan kulit tetap menjadi perhatian utama. Perlindungan terhadap matahari menjadi lebih relevan terutama ketika seseorang terpapar sinar matahari secara langsung atau berada dekat jendela dalam waktu lama.
Bagaimana dengan layar komputer?
Layar komputer juga kerap dituding sebagai penyebab office ageing. Padahal, bukti mengenai hubungan langsung antara layar komputer dan penuaan kulit masih terbatas.
Salah satu penelitian yang dilakukan terhadap 100 perempuan China berusia 35-45 tahun membandingkan kelompok yang menggunakan komputer setidaknya delapan jam per hari dengan kelompok yang menggunakan komputer kurang dari satu jam per hari. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan penggunaan komputer dengan beberapa kondisi kulit, termasuk jerawat, kadar sebum yang lebih tinggi dan keluhan kulit sensitif. Namun, menariknya, kelompok pengguna komputer justru memiliki beberapa indikator photoaging yang lebih rendah, seperti lentigines dan kerutan wajah.
Peneliti juga secara eksplisit menyatakan bahwa penelitian tersebut tidak dimaksudkan untuk membuktikan komputer sebagai penyebab langsung kondisi kulit yang ditemukan. Banyak faktor lain yang dapat berperan, termasuk paparan matahari, usia, kualitas tidur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik dan faktor lingkungan.
Dengan demikian, anggapan bahwa radiasi komputer secara langsung membuat wajah cepat tua tidak dapat dianggap sebagai fakta medis. Penggunaan komputer dalam waktu panjang memang dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan dan kenyamanan, tetapi mekanisme dan hubungan langsungnya dengan penuaan kulit masih perlu diteliti lebih jauh.
Stres dan kelelahan juga bisa mengubah penampilan
Selain faktor fisik lingkungan, rutinitas pekerjaan juga tidak bisa dilepaskan dari pembahasan office ageing. Jam kerja panjang, tekanan pekerjaan, kurang tidur dan minimnya waktu istirahat dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah.
Perubahan tersebut tidak selalu berarti terjadi proses penuaan biologis. Wajah seseorang pada pagi hari dan sore hari memang dapat terlihat berbeda karena perubahan produksi minyak, hidrasi kulit, ekspresi wajah dan kelelahan.
Lingkungan kantor juga dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menempatkan kualitas udara dalam ruang sebagai bagian dari isu kesehatan lingkungan dan memasukkan tempat kerja sebagai salah satu lingkungan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas udara.
Karena itu, pembahasan office ageing sebaiknya tidak hanya diarahkan pada produk skincare. Ventilasi, kualitas udara, kelembapan, pencahayaan, waktu istirahat dan pola kerja juga merupakan bagian dari lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pekerja.
Apa yang bisa dilakukan pekerja kantoran?
Bagi pekerja yang menghabiskan sebagian besar hari di dalam ruangan, langkah paling masuk akal adalah menjaga kondisi kulit tanpa berlebihan. Penggunaan pelembap dapat membantu mempertahankan hidrasi kulit, terutama bagi mereka yang merasa kulit lebih kering ketika berada di ruangan ber-AC.
Perlindungan terhadap sinar matahari juga tetap penting. American Academy of Dermatology merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum dan SPF 30 atau lebih tinggi. Sunscreen diketahui membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini akibat paparan UV.
Selain perawatan kulit, pekerja juga dapat memperhatikan kebiasaan sederhana selama jam kerja, seperti beristirahat secara berkala dari layar, menjaga asupan cairan dan tidak terus-menerus berada di posisi yang sama sepanjang hari.
Pada akhirnya, office ageing lebih tepat dipahami sebagai istilah populer untuk menggambarkan wajah atau tubuh yang tampak lebih lelah selama menjalani rutinitas kerja di lingkungan kantor. Ada dasar ilmiah bahwa faktor seperti kelembapan rendah, paparan UV dan kondisi lingkungan tertentu dapat memengaruhi kulit, tetapi belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa kantor secara langsung menyebabkan penuaan dini. Karena itu, menjaga hidrasi kulit, melindungi diri dari UV, memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan memberikan tubuh waktu istirahat menjadi pendekatan yang lebih masuk akal daripada menganggap setiap perubahan wajah sebagai tanda penuaan akibat kantor.
Komentar