Frame Daily, Jakarta - Kemampuan menggunakan kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan di ruang redaksi. Namun, penggunaan AI dalam jurnalistik tidak berhenti pada kemampuan memakai berbagai tools. Aspek verifikasi, fact-checking, etika, privasi, dan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam program pelatihan AI for Journalism: Penguatan Jurnalisme melalui Pemanfaatan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab.
Program tersebut diikuti 487 jurnalis muda dari berbagai wilayah Indonesia. Setelah mengikuti pembelajaran daring selama enam hari, sebanyak 173 peserta mengikuti pelatihan luring yang diselenggarakan di Jakarta pada 3 Oktober 2026 dan akan dilanjutkan di Bandung pada 10 Oktober 2026.
Program ini merupakan kolaborasi Digital Access Programme – British Embassy Jakarta dan Alunjiva Indonesia. Kegiatannya resmi dimulai pada 28 Agustus 2026.
AI Masuk Ruang Redaksi, Verifikasi Tetap Penting
Materi pelatihan dirancang untuk memperkenalkan berbagai aspek pemanfaatan AI dalam pekerjaan jurnalistik. Cakupannya meliputi AI dan transformasi ruang redaksi, penggunaan AI tools dalam produksi konten, jurnalisme data, verifikasi dan fact-checking, hingga etika, privasi, dan tata kelola AI.
Susunan materi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI untuk jurnalis tidak ditempatkan hanya sebagai persoalan teknis.
Jurnalis tetap perlu memahami bagaimana informasi yang dihasilkan atau dibantu AI diperiksa sebelum digunakan dalam produk jurnalistik. Dalam praktiknya, teknologi dapat membantu proses kerja, tetapi keputusan mengenai akurasi dan kelayakan informasi tetap membutuhkan penilaian manusia.
Program tersebut juga menekankan penggunaan AI sebagai alat pendukung kerja jurnalistik dengan memperhatikan akurasi, etika, kredibilitas, serta tanggung jawab kepada publik.
Pendekatan ini menjadi relevan ketika AI semakin mudah digunakan untuk membuat teks, mengolah data, merangkum informasi, maupun membantu berbagai tahapan produksi konten.
Dari Produksi Konten hingga Tata Kelola AI
Pelatihan tidak hanya berlangsung secara daring. Sesi luring dirancang untuk memperdalam pembelajaran melalui praktik langsung, pemecahan masalah secara kolaboratif, diskusi, dan presentasi.
Program juga menyediakan Learning Management System (LMS) dengan mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas peserta. Dukungan juru bahasa isyarat disebut diberikan selama sesi pembelajaran yang diperlukan.
Menurut Fany Efrita, Co-Founder Alunjiva Indonesia, rangkaian program tidak berhenti pada kegiatan pembukaan atau pembelajaran daring. Peserta didorong memahami perkembangan AI dalam dunia jurnalistik sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pemanfaatannya.
Peserta juga didorong bertukar pengalaman mengenai penggunaan AI dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan kerja masing-masing.
Tantangannya Bukan Hanya Menguasai Tools
Bagi jurnalis, masuknya AI ke ruang redaksi membawa persoalan yang lebih luas daripada sekadar memilih aplikasi yang paling efektif.
Kemampuan menggunakan AI perlu berjalan bersama kemampuan memeriksa informasi, memahami keterbatasan teknologi, menjaga privasi, serta mempertahankan standar etika jurnalistik. Di titik ini, fact-checking menjadi bagian penting dari literasi AI di ruang redaksi.
Program AI for Journalism menempatkan aspek tersebut dalam satu rangkaian pembelajaran. Tujuannya, berdasarkan keterangan penyelenggara, adalah memperkuat kapasitas peserta agar dapat memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus tetap mengedepankan akurasi, etika, kredibilitas, dan kepercayaan publik.
Namun, belum ada data dalam materi program yang menunjukkan sejauh mana pelatihan tersebut meningkatkan kemampuan peserta. Dampak terhadap praktik kerja jurnalistik peserta masih menjadi hal yang dapat dinilai setelah program berjalan lebih jauh.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan pelatihan AI untuk jurnalis pada akhirnya bukan hanya berapa banyak peserta yang mampu menggunakan tools AI, tetapi juga seberapa baik mereka mampu memeriksa hasilnya, memahami risikonya, dan mempertanggungjawabkan informasi yang dipublikasikan.
Komentar