44 Duta Minerba Jelajahi Lima Tambang, Belajar Pertambangan dari Fakta Lapangan

Sebanyak 44 Duta Minerba dari 27 perguruan tinggi mengunjungi lima tambang untuk memahami praktik pertambangan, lingkungan, dan sosial secara langsung.

44 Duta Minerba Jelajahi Lima Tambang, Belajar Pertambangan dari Fakta Lapangan
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia. (Kementerian ESDM)

FRAME DAILY, TANGERANG – Sebanyak 44 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi di Indonesia mendapat kesempatan untuk melihat langsung praktik pertambangan melalui program Duta Minerba Goes to Site 2026 Komoditas Mineral.

Para mahasiswa yang merupakan Duta Minerba tersebut akan mengunjungi lima lokasi pertambangan mineral. Mereka akan mempelajari berbagai aspek pertambangan, mulai dari proses teknis, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga hubungan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis di Tangerang, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Totoh Abdul Fatah serta Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia.

Lima perusahaan yang menjadi lokasi kunjungan peserta adalah PT Timah Tbk, PT Meares Soputan Mining, PT Hengjaya Mineralindo, PT Bumi Suksesindo, dan PT Semen Gresik.

Belajar dari Kondisi Nyata di Lapangan

Totoh Abdul Fatah mengatakan, pemahaman mengenai pertambangan perlu dibangun berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Menurut dia, kunjungan langsung ke lokasi tambang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat proses pertambangan dari dekat sekaligus berdialog dengan para pelaku industri.

Mahasiswa juga dapat mengajukan pertanyaan mengenai berbagai hal yang mereka temui selama berada di lapangan. Dengan demikian, informasi yang diperoleh tidak hanya berasal dari potongan video, unggahan media sosial, atau narasi yang beredar di ruang digital.

"Yang jauh lebih penting adalah menyampaikan informasi yang benar, faktual, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Totoh.

Menurut Totoh, peran Duta Minerba juga tidak berakhir setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai. Para mahasiswa diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh kepada masyarakat.

Lihat, Tanya, Verifikasi, Lalu Ceritakan

Dwi Anggia memberikan empat prinsip kepada 44 Duta Minerba dalam menjalankan peran mereka, yakni lihat, tanya, verifikasi, lalu ceritakan.

Prinsip tersebut menjadi pendekatan bagi peserta untuk memahami isu energi dan sumber daya mineral secara lebih kritis. Mahasiswa didorong untuk melihat langsung kondisi di lapangan, bertanya kepada pihak terkait, memeriksa informasi yang diperoleh, kemudian menyampaikannya kembali kepada publik.

"Dengan begitu, generasi muda bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari sumber percakapan yang sehat terkait bagaimana praktik pertambangan berjalan," ujar Dwi Anggia.

Pendekatan tersebut juga diarahkan agar generasi muda memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai sektor pertambangan. Informasi mengenai kegiatan tambang dapat dibahas dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, lingkungan, keselamatan, dan sosial.

Dibekali Good Mining Practices

Program Duta Minerba Goes to Site 2026 Komoditas Mineral diselenggarakan Ditjen Minerba bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia dengan tema "Empowering Future Mining Ambassadors through the Mining Impact Journey".

Sebelum melakukan kunjungan ke lokasi tambang, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Good Mining Practices (GMP), pengelolaan lingkungan, serta Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Peserta juga mendapatkan materi mengenai cara mengomunikasikan isu mineral dan batubara kepada masyarakat. Pembekalan tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memahami kegiatan pertambangan sebelum melihat penerapannya secara langsung di lapangan.

Program ini dirancang untuk mempertemukan pengetahuan akademik mahasiswa dengan realitas industri pertambangan. Peserta dapat melihat bagaimana teknologi digunakan dalam kegiatan pertambangan sekaligus mempelajari aspek ekonomi dan tata kelola yang berkaitan dengan sektor tersebut.

645 Mahasiswa Ikut Seleksi

Antusiasme terhadap program Duta Minerba juga terlihat dari jumlah pendaftar. Pada 2026, tercatat sebanyak 645 mahasiswa mengikuti proses pendaftaran dan seleksi.

Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 90 mahasiswa terpilih menjadi peserta program. Mereka terbagi menjadi 44 peserta untuk kategori Komoditas Mineral dan 46 peserta untuk kategori Komoditas Batubara.

Khusus peserta Komoditas Mineral, sebanyak 44 mahasiswa kemudian mengikuti rangkaian Goes to Site dengan mengunjungi lima lokasi pertambangan yang telah ditentukan.

Pengalaman Lapangan Diolah Menjadi Konten Edukatif

Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan tidak berhenti pada aktivitas di lokasi tambang. Para peserta akan menuangkan hasil pengamatan mereka dalam bentuk Study Case Paper serta konten edukatif digital.

Karya tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi mengenai pertambangan kepada masyarakat luas dengan bahasa yang mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, Duta Minerba diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenai praktik pertambangan secara langsung, tetapi juga mampu berperan dalam membangun komunikasi publik berbasis data dan fakta mengenai sektor mineral dan batubara.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar