PEDOMAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence/AI)

PEDOMAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence/AI)

Dalam Kerja Jurnalistik Frame Daily

Terakhir diperbarui: Oktober 2026

Frame Daily menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu dalam mendukung proses kerja jurnalistik. Penggunaan teknologi tersebut dilakukan dengan tetap menempatkan jurnalis dan editor sebagai pengendali proses serta pengambil keputusan editorial.

Pedoman ini disusun untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI berlangsung secara kritis, etis, transparan, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada kepentingan publik.

Pedoman ini mengacu pada prinsip-prinsip dalam program AI for Journalism, khususnya mengenai kendali editorial, verifikasi informasi, perlindungan data, keamanan, transparansi, serta pembagian peran antara manusia dan AI.


1. Prinsip Dasar

AI membantu. Jurnalis memutuskan.

Frame Daily memandang AI sebagai alat bantu, bukan pengganti jurnalis.

AI dapat membantu mempercepat sejumlah pekerjaan, mulai dari riset, pengolahan bahan, pengembangan gagasan, transkripsi, penerjemahan, analisis data, hingga penyusunan draf.

Namun, akurasi, verifikasi, pertimbangan etis, konteks, independensi, dan keputusan untuk menerbitkan suatu karya jurnalistik tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Keluaran AI tidak dianggap sebagai fakta atau produk jurnalistik yang siap diterbitkan. Setiap keluaran AI harus melalui pemeriksaan dan penyuntingan manusia sebelum digunakan dalam karya jurnalistik.


2. Tujuan Penggunaan AI

Frame Daily menggunakan AI untuk mendukung:

  • riset dan pengumpulan informasi awal;
  • pengembangan gagasan dan sudut pandang pemberitaan;
  • pengolahan dan analisis data;
  • transkripsi wawancara atau rekaman;
  • penerjemahan bahan;
  • penyusunan kerangka dan draf awal;
  • pengolahan bahan jurnalistik ke dalam format lain;
  • efisiensi proses produksi;
  • pekerjaan teknis dan administratif yang relevan.

Penggunaan AI harus memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

AI tidak digunakan hanya karena tersedia. Redaksi perlu mempertimbangkan apakah penggunaan AI benar-benar memberikan manfaat dibandingkan proses manual, termasuk dengan memperhitungkan kebutuhan verifikasi dan risiko yang mungkin timbul.


3. Kendali Manusia

Setiap penggunaan AI dalam proses jurnalistik Frame Daily menerapkan prinsip human-in-the-loop.

Artinya, manusia tetap terlibat dalam proses untuk:

  1. menentukan tujuan penggunaan AI;
  2. memilih alat yang sesuai;
  3. menentukan bahan yang dapat diberikan kepada AI;
  4. mengevaluasi keluaran AI;
  5. melakukan verifikasi;
  6. melakukan penyuntingan;
  7. menentukan apakah hasil tersebut layak digunakan;
  8. memberikan persetujuan editorial sebelum publikasi.

Jurnalis tidak hanya berperan sebagai pemeriksa teknis, tetapi juga menggunakan pertimbangan manusia, empati, penilaian etis, dan pemikiran kritis.

Dalam jurnalisme, kendali manusia harus berlangsung dari awal hingga akhir proses. Pasted markdown


4. AI Bukan Sumber Kebenaran

Frame Daily tidak menganggap jawaban AI sebagai sumber fakta yang dengan sendirinya dapat dipercaya.

AI dapat menghasilkan:

  • informasi yang keliru;
  • angka yang salah;
  • nama atau jabatan yang tidak tepat;
  • kutipan yang tidak pernah diucapkan;
  • sumber atau tautan yang tidak valid;
  • konteks yang hilang;
  • kesimpulan yang tidak didukung data;
  • bias atau sudut pandang tertentu.

Karena itu:

Setiap informasi penting yang diperoleh melalui AI harus diverifikasi menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jurnalis wajib melakukan pemeriksaan terhadap fakta, angka, nama, tanggal, lokasi, kutipan, sumber, dan konteks sebelum informasi digunakan dalam karya jurnalistik.


5. Keluaran AI Tidak Otomatis Siap Terbit

Frame Daily menerapkan prinsip:

AI Output Is Not Publish-Ready

Keluaran AI diperlakukan sebagai bahan yang belum terverifikasi, bukan sebagai naskah jurnalistik final.

Setiap keluaran yang akan digunakan harus melalui:

Keluaran AI → Pemeriksaan sumber → Pemeriksaan fakta → Pemeriksaan konteks → Pemeriksaan bias → Penyuntingan manusia → Persetujuan editorial

Tidak diperbolehkan menerapkan pola:

Prompt → Salin → Terbitkan.

Prinsip ini merupakan salah satu pokok utama dalam modul produksi konten jurnalistik dengan bantuan AI.


6. Pemeriksaan dan Verifikasi

Sebelum materi yang dibantu AI digunakan, jurnalis atau editor melakukan pemeriksaan sekurang-kurangnya terhadap:

Sumber

Apakah informasi memiliki sumber yang jelas dan dapat diverifikasi?

Fakta

Apakah informasi sesuai dengan sumber asli?

Kutipan

Apakah kutipan benar-benar berasal dari narasumber?

Data

Apakah angka, statistik, perhitungan, dan satuan sudah benar?

Konteks

Apakah AI menghilangkan atau mengubah konteks penting?

Bias

Apakah keluaran mengandung bias, stereotip, framing yang tidak berimbang, atau representasi yang menyesatkan?

Ketidakpastian

Apakah ada informasi yang masih belum dapat dipastikan?

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari verifikasi berlapis sebelum publikasi.


7. Prompt Jurnalistik

Frame Daily mendorong penggunaan prompt yang jelas, spesifik, dan memiliki batasan.

Prompt jurnalistik sekurang-kurangnya dapat memuat:

Konteks → Tugas → Spesifikasi → Parameter → Format keluaran

Jurnalis juga dapat menggunakan instruksi pembatas, misalnya:

“Jangan mengarang fakta, angka, kutipan, atau sumber.”
“Gunakan hanya informasi yang terdapat dalam bahan yang diberikan.”
“Tandai informasi yang belum dapat diverifikasi.”
“Jangan membuat kesimpulan yang tidak didukung sumber.”

Namun, prompt yang baik tidak menjamin keluaran AI benar. Pemeriksaan manusia tetap wajib dilakukan.


8. Perlindungan Data dan Informasi Sensitif

Jurnalis wajib mempertimbangkan keamanan data sebelum memasukkan informasi ke dalam layanan AI.

Informasi sensitif atau rahasia tidak boleh dimasukkan ke layanan AI tanpa memastikan perlindungan yang memadai dan memperoleh persetujuan sesuai ketentuan redaksi.

Hal yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain:

  • data pribadi;
  • identitas korban;
  • informasi narasumber yang dirahasiakan;
  • dokumen internal;
  • dokumen yang belum dipublikasikan;
  • informasi yang bersifat rahasia;
  • bahan investigasi;
  • data yang dapat membahayakan narasumber.

Pemilihan alat AI perlu mempertimbangkan keamanan data, kebijakan penggunaan data, ketentuan layanan, hak cipta, dan ketergantungan terhadap platform.


9. Independensi dan Integritas Jurnalistik

AI tidak boleh menentukan atau memengaruhi keputusan editorial secara tidak kritis.

Keputusan mengenai:

  • kelayakan suatu informasi;
  • kepentingan publik;
  • pemilihan narasumber;
  • sudut pandang pemberitaan;
  • keberimbangan;
  • judul;
  • penekanan informasi;
  • keputusan publikasi;

tetap berada pada jurnalis dan editor.

Penggunaan AI juga tidak boleh mengurangi independensi jurnalistik, akurasi, keberimbangan, atau tanggung jawab kepada publik.


10. Gambar, Audio, dan Video yang Dibuat atau Diubah dengan AI

Frame Daily membedakan antara pengolahan teknis dan perubahan substantif terhadap materi jurnalistik.

Penggunaan AI untuk gambar, audio, atau video harus mempertimbangkan:

  • tujuan penggunaannya;
  • keaslian materi;
  • kemungkinan menyesatkan publik;
  • hak cipta;
  • asal-usul konten;
  • kebutuhan pelabelan;
  • kebutuhan pengungkapan kepada publik.

Materi sintetis tidak boleh disajikan sedemikian rupa sehingga membuat pembaca menganggapnya sebagai dokumentasi peristiwa nyata apabila sebenarnya bukan.

Semakin besar perubahan AI terhadap materi jurnalistik, semakin besar kebutuhan akan transparansi dan pengungkapan.


11. Transparansi Penggunaan AI

Tidak semua penggunaan AI memiliki tingkat risiko dan dampak yang sama.

Frame Daily menggunakan pendekatan tiga tingkat pengungkapan:

Tingkat 1 — Tidak Memerlukan Pengungkapan kepada Publik

Untuk penggunaan berisiko rendah yang tidak memengaruhi substansi karya secara berarti.

Contoh:

  • mencari gagasan awal;
  • merapikan catatan;
  • membuat variasi pertanyaan;
  • pekerjaan administratif.

Penggunaan tersebut tetap menjadi tanggung jawab jurnalis.

Tingkat 2 — Pengungkapan Internal

Diperlukan apabila AI memiliki pengaruh langsung terhadap proses editorial.

Contoh:

  • meringkas dokumen penting;
  • menganalisis data;
  • menerjemahkan bahan;
  • membuat draf artikel;
  • memproses bahan untuk isu sensitif.

Penggunaan AI perlu diketahui oleh redaktur atau penanggung jawab editorial.

Tingkat 3 — Pengungkapan kepada Publik

Diperlukan apabila AI memiliki pengaruh signifikan terhadap karya yang diterima publik, terutama pada:

  • gambar sintetis;
  • audio sintetis;
  • video sintetis;
  • rekonstruksi berbasis AI;
  • materi yang diubah secara signifikan menggunakan AI.

Prinsipnya:

Semakin besar pengaruh AI terhadap karya jurnalistik, semakin besar kebutuhan akan transparansi.

Pendekatan tiga tingkat ini mengikuti kerangka pengungkapan dalam modul AI for Journalism. Pasted markdown


12. AI dan Hak Cipta

Penggunaan AI harus mempertimbangkan hak cipta dan asal-usul bahan yang digunakan.

Jurnalis dan editor perlu memastikan bahwa penggunaan suatu bahan tidak melanggar hak pihak lain serta memahami ketentuan layanan alat AI yang digunakan.

AI juga tidak boleh digunakan sebagai cara untuk menghindari kewajiban atribusi atau mengaburkan asal-usul suatu karya.


13. Tanggung Jawab Editorial

Penggunaan AI tidak mengalihkan tanggung jawab jurnalistik kepada teknologi.

Apabila sebuah karya jurnalistik dibuat dengan bantuan AI, tanggung jawab terhadap karya tersebut tetap berada pada jurnalis, editor, dan institusi media sesuai kewenangannya.

Editor berwenang meminta:

  • sumber asli;
  • bahan pendukung;
  • hasil verifikasi;
  • penjelasan penggunaan AI;
  • revisi;
  • atau penghentian publikasi

apabila terdapat risiko terhadap akurasi, etika, keamanan, atau kredibilitas pemberitaan.

Modul menekankan bahwa alur kerja yang baik perlu mendokumentasikan penggunaan AI dan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan. 1787993294-Modul 2 Produksi Kon…


14. Checklist Sebelum Publikasi

Sebelum menerbitkan karya yang menggunakan AI, jurnalis dan editor memastikan:

☐ Tujuan penggunaan AI jelas.
☐ Alat AI yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.
☐ Tidak ada informasi sensitif yang diberikan secara tidak semestinya.
☐ Sumber asli telah diperiksa.
☐ Fakta telah diverifikasi.
☐ Angka, nama, tanggal, lokasi, dan kutipan telah diperiksa.
☐ Konteks tidak berubah atau hilang.
☐ Bias dan framing telah diperiksa.
☐ Hak cipta telah dipertimbangkan.
☐ Media sintetis telah diperiksa apabila digunakan.
☐ Tingkat pengungkapan telah ditentukan.
☐ Karya telah melalui penyuntingan manusia.
☐ Editor atau penanggung jawab yang berwenang telah memberikan persetujuan.

Checklist tersebut merangkum pemeriksaan praktik yang dianjurkan dalam Modul 2. 1787993294-Modul 2 Produksi Kon…


15. Komitmen Frame Daily

Frame Daily percaya bahwa perkembangan teknologi tidak mengurangi pentingnya jurnalisme—justru meningkatkan kebutuhan terhadap jurnalisme yang akurat, kritis, transparan, dan bertanggung jawab.

Kami akan terus mengevaluasi penggunaan AI seiring perkembangan teknologi, praktik jurnalistik, dan ketentuan yang berlaku.

AI dapat membantu kami bekerja lebih cepat.
Namun, kebenaran, konteks, pertimbangan etis, dan tanggung jawab kepada publik tetap berada di tangan manusia.

AI membantu. Jurnalis memutuskan.