Frame Daily, Jakarta - Penyanyi dangdut Via Vallen menjadi sorotan setelah menjual sejumlah aset pribadinya melalui media sosial. Mulai dari tanah, rumah kost, hingga mobil mewah ditawarkan langsung kepada pengikutnya, sehingga memunculkan spekulasi bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan finansial.
Namun, Via Vallen dengan tegas membantah anggapan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, ia menjelaskan bahwa penjualan aset dilakukan atas pertimbangan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan kondisi keuangan yang sedang bermasalah.
Salah satu aset yang ditawarkan adalah sebidang tanah di kawasan perumahan mewah di Sidoarjo. Tanah tersebut dipasarkan melalui akun TikTok pribadinya dengan harga yang disebut berada di bawah nilai pasar. Selain itu, Via juga menawarkan rumah kost yang berada di Solo.
Belum lama ini, pelantun lagu "Sayang" itu kembali mengumumkan penjualan mobil BMW 430i Convertible M Sport miliknya. Mobil atap terbuka tersebut diketahui memiliki harga baru yang mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Menanggapi berbagai komentar yang mengaitkan penjualan aset dengan isu kebangkrutan, Via mengaku heran. Menurutnya, aset yang dijual merupakan milik pribadi yang sudah tidak digunakan lagi, sementara biaya pajak tetap harus dibayarkan setiap tahun.
"Soal aku jualin mobil, jualin tanah dikomenin yang tydack-tydack. Aku jualan aset ya aset aku sendiri padahal, bukan lagi ngemis juga jadi ngapaen mengsedih cobaa. Barang gak kepake, tapi pajak tetep harus bayar," tulis Via dalam unggahannya.
Ia juga menyinggung mobil Alphard miliknya yang sempat terbakar beberapa waktu lalu. Saat itu banyak pihak yang berminat membeli kendaraan tersebut, tetapi ia memilih menyimpannya karena merasa sayang. Kini, menurut Via, kendaraan tersebut justru kehilangan nilainya karena terlalu lama tidak dijual.
Lebih lanjut, Via menjelaskan bahwa dirinya sengaja menawarkan aset melalui akun media sosial pribadi agar bisa bertransaksi langsung dengan calon pembeli. Ia mengaku enggan menjual melalui perantara karena khawatir asetnya ditawar terlalu murah oleh makelar.
Meski melepas beberapa aset bernilai tinggi, Via menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat. Penjualan dilakukan secara santai sebagai langkah untuk mengoptimalkan aset yang sudah tidak lagi digunakan. Dengan penjelasan tersebut, Via berharap publik tidak lagi mengaitkan aktivitas jual beli asetnya dengan isu kebangkrutan.
Komentar