Frame Daily, Jakarta - Siapa yang bisa menolak kelembutan buah alpukat? Mulai dari dijadikan avocado toast yang kekinian, campuran es teler yang menyegarkan, hingga diolah menjadi guacamole untuk camilan malam, buah ini selalu punya tempat spesial di hati para pencinta kuliner. Selain rasanya yang gurih dan lezat, alpukat juga dikenal sebagai superfood karena kaya akan lemak sehat, serat, serta berbagai vitamin penting yang baik untuk tubuh. Ada satu masalah klasik yang sering kita hadapi saat membelinya di pasar atau supermarket: salah pilih. Tidak jarang kita mendapati alpukat yang ternyata masih terlalu keras, atau justru sudah terlalu matang hingga bagian dalamnya menghitam dan busuk.
Agar uang Anda tidak terbuang sia-sia, memahami tips memilih alpukat yang tepat adalah sebuah keharusan. Memilih buah yang satu ini memang gampang-gampang susah karena penampilannya dari luar sering kali menipu.
Langkah pertama yang paling mudah dilakukan adalah dengan memperhatikan warna kulitnya. Secara umum, cara memilih alpukat yang matang bisa dilihat dari transisi warna kulit buah tersebut. Alpukat yang masih mentah biasanya berwarna hijau cerah. Jika Anda berencana mengonsumsinya beberapa hari lagi, varian ini bisa menjadi pilihan. Jika Anda ingin langsung memakannya hari ini, carilah alpukat dengan kulit berwarna hijau tua pekat atau keunguan hingga hampir hitam. Warna yang gelap ini menandakan bahwa buah telah melalui proses pematangan yang ideal di pohon.

Meski begitu, warna kulit tidak bisa menjadi satu-satunya patokan, terutama karena ada beberapa variitas alpukat tertentu yang tetap berwarna hijau meskipun sudah matang. Oleh karena itu, langkah kedua dalam tips memilih alpukat adalah dengan melakukan uji sentuh atau menekan buah secara perlahan. Letakkan alpukat di telapak tangan Anda, lalu tekan lembut menggunakan bagian empuk dari jari-jari Anda (bukan ujung jari atau kuku agar tidak merusak daging buah). Alpukat yang matang sempurna akan terasa empuk namun tetap membal saat ditekan. Jika teksturnya terasa sangat keras seperti batu, itu tandanya buah masih mentah. Sebaliknya, jika jari Anda langsung amblas dan buah terasa sangat lembek, urungkan niat untuk membelinya karena kemungkinan besar bagian dalamnya sudah membusuk.
Selain warna dan tekstur, ada satu trik rahasia yang jarang diketahui orang, yaitu memeriksa bagian tangkai atau topi kecil di ujung buah. Cara memilih alpukat yang bagus dan bebas dari zonk bisa dipastikan dengan menggoyangkan atau melepas sedikit bagian tangkai tersebut. Coba intip warna lubang yang ada di bawah tangkainya. Jika warna di balik tangkai tersebut berwarna hijau muda atau kekuningan, selamat! Itu adalah indikator kuat bahwa alpukat tersebut matang dengan tekstur mentega yang sempurna dan siap saji. Namun, jika warna di balik tangkainya berwarna cokelat tua atau hitam, berarti buah tersebut sudah lewat matang (overripe) dan bagian dalamnya kemungkinan besar sudah mulai membusuk. Jika tangkainya justru sangat sulit dilepas, itu adalah tanda buah masih sangat mentah.

Bagi Anda yang berbelanja dalam jumlah banyak untuk stok mingguan, disarankan untuk membeli alpukat dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda. Belilah beberapa buah yang sudah matang untuk dikonsumsi segera, dan beberapa buah yang masih mengeras untuk disimpan sebagai cadangan. Jika Anda terlanjur membeli alpukat yang agak keras dan ingin mempercepat proses pematangannya di rumah, Anda bisa menyimpannya di dalam kantong kertas bersama dengan buah pisang atau apel. Gas etilen yang dikeluarkan oleh pisang atau apel akan merangsang alpukat agar lebih cepat empuk dalam waktu satu hingga dua hari saja.
Dengan mempraktikkan beberapa tips memilih alpukat di atas, Anda tidak perlu lagi menebak-nebak atau merasa khawatir akan mendapatkan buah yang pahit atau busuk saat membelahnya. Selamat berbelanja dan menikmati hidangan alpukat sehat Anda.
Komentar