Tanggapi Keluhan Ruben Sulit Bertemu Anak, Sarwendah Singgung Utang dan Kewajiban Pascacerai

Sarwendah akhirnya buka suara setelah muncul pernyataan Ruben Onsu yang mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu anak-anaknya.

Tanggapi Keluhan Ruben Sulit Bertemu Anak, Sarwendah Singgung Utang dan Kewajiban Pascacerai
Sarwendah Tan (dok.instagram)

Frame Daily, Jakarta - Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Setelah Ruben mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya dan menghentikan nafkah selama enam bulan terakhir, pihak Sarwendah akhirnya memberikan tanggapan melalui kuasa hukumnya.

Dalam konferensi pers, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah tudingan bahwa kliennya menghalangi Ruben bertemu anak-anak mereka. Menurutnya, tidak pernah ada larangan bagi Ruben untuk datang atau berkomunikasi dengan buah hatinya.

"Mau bertemu silakan datang, silakan hubungi anak-anaknya," ujar Chris Sam Siwu saat memberikan klarifikasi kepada media.

Chris juga menilai sejumlah pernyataan yang disampaikan kubu Ruben tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dan telah merugikan Sarwendah.

"Apa yang disampaikan RO melalui kuasa hukumnya banyak yang tidak benar, bahkan menyesatkan. Karena tidak sesuai dengan fakta yang terjadi," kata Chris.

Di tengah polemik hak bertemu anak, pihak Sarwendah turut menyoroti persoalan nafkah dan kewajiban finansial pascacerai. Kuasa hukumnya mengungkap bahwa Ruben telah menghentikan nafkah selama enam bulan terakhir, sementara kebutuhan anak-anak tetap berjalan seperti biasa.

Pihak Sarwendah juga menegaskan bahwa masih ada sejumlah persoalan keuangan yang perlu diselesaikan, termasuk terkait kewajiban yang telah disepakati sebelumnya. Salah satu isu yang mencuat adalah rumah yang disebut masih berkaitan dengan jaminan utang perusahaan. 

Sementara itu, Sarwendah yang hadir melalui sambungan video call mengaku tetap fokus bekerja dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim kuasa hukumnya.

"Maaf saya nggak bisa hadir soalnya saya masih ada kerjaan dan nyari duit halal kan, dan segala sesuatunya sudah diwakilkan sama kuasa hukum saya," ujar Sarwendah. 

Di sisi lain, Ruben tetap bersikeras bahwa haknya sebagai ayah tidak terpenuhi. Bahkan ia sempat menyampaikan pernyataan tegas terkait pengasuhan anak.

"Ya udah, kalau tidak sanggup, serahkan saja ke saya, saya yang membesarkan," kata Ruben melalui konferensi pers yang digelar bersama kuasa hukumnya.

Hingga kini, perselisihan antara Ruben dan Sarwendah tidak hanya menyangkut akses bertemu anak, tetapi juga nafkah, aset, serta berbagai kewajiban pascaperceraian yang masih menjadi pembahasan kedua belah pihak.

Ditulis oleh DF

Komentar