Frame Daily, Jakarta - Kenaikan biaya hidup masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga di Indonesia pada 2026. Tekanan berasal dari kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penyesuaian harga energi yang berdampak pada ongkos distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk semakin cermat mengelola keuangan agar daya beli tetap terjaga.
Meski inflasi masih berada dalam kisaran yang dikendalikan pemerintah, berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah. Situasi ini membuat perencanaan keuangan rumah tangga menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.
Susun Anggaran Berdasarkan Skala Prioritas
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun anggaran bulanan berdasarkan kebutuhan prioritas. Pengeluaran untuk pangan, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, listrik, air, dan transportasi sebaiknya ditempatkan sebagai kebutuhan utama.
Sebaliknya, belanja konsumtif seperti membeli barang yang tidak mendesak, hiburan berlebihan, maupun pengeluaran impulsif dapat dikurangi sementara hingga kondisi ekonomi lebih stabil.
Dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, keluarga dapat mengetahui pos mana yang masih bisa dihemat tanpa mengurangi kebutuhan pokok.
Belanja Lebih Cermat
Masyarakat juga disarankan mulai menerapkan pola belanja yang lebih efisien. Membuat daftar belanja sebelum ke pasar atau supermarket dapat mengurangi pembelian yang tidak direncanakan.
Selain itu, memanfaatkan promo, membeli produk lokal, serta memilih bahan pangan sesuai musim dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
Belanja secara terencana juga mengurangi risiko pemborosan akibat makanan yang tidak terpakai.
Hemat Energi dan Transportasi
Pengeluaran listrik dan bahan bakar menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran rumah tangga. Oleh karena itu, penggunaan energi secara efisien dapat memberikan penghematan yang cukup signifikan.
Menggunakan peralatan hemat listrik, mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan, berbagi kendaraan (carpool), atau memanfaatkan transportasi umum menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi biaya bulanan.
Perkuat Dana Darurat
Ketidakpastian ekonomi membuat dana darurat menjadi kebutuhan penting bagi setiap keluarga.
Idealnya, dana darurat mampu mencukupi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan. Dana tersebut dapat digunakan apabila terjadi penurunan pendapatan, kehilangan pekerjaan, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, dapat membantu membangun ketahanan keuangan keluarga dalam jangka panjang.
Cari Sumber Pendapatan Tambahan
Selain mengendalikan pengeluaran, meningkatkan pendapatan juga menjadi strategi yang semakin banyak dilakukan masyarakat.
Peluang usaha rumahan, pekerjaan lepas (freelance), penjualan produk digital, hingga bisnis berbasis media sosial menjadi alternatif untuk menambah pemasukan keluarga tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Perkembangan ekonomi digital membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan modal yang relatif kecil.
Hindari Utang Konsumtif
Di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat perlu lebih berhati-hati menggunakan fasilitas kredit maupun pinjaman daring.
Utang sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produktif, bukan konsumsi sesaat. Beban cicilan yang terlalu besar justru dapat mengganggu kondisi keuangan keluarga apabila terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Perencanaan pembayaran cicilan secara disiplin juga penting agar terhindar dari bunga dan denda yang semakin membebani.
Pemerintah Optimistis Daya Beli Tetap Terjaga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.
"Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan," kata Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga inflasi serta stabilitas harga pangan dan energi. Purbaya menegaskan sinergi tersebut menjadi langkah penting agar tekanan biaya hidup tidak semakin membebani masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa setiap rumah tangga tetap perlu membangun ketahanan keuangan secara mandiri. Pengelolaan anggaran yang disiplin, peningkatan tabungan, serta diversifikasi sumber pendapatan dinilai menjadi strategi paling efektif menghadapi dinamika ekonomi yang masih dipengaruhi ketidakpastian global.
Dengan kombinasi pengeluaran yang lebih efisien, penguatan dana darurat, serta peningkatan produktivitas keluarga, rumah tangga memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas keuangan dan mempertahankan daya beli di tengah kenaikan biaya hidup sepanjang 2026.
Komentar