Frame Daily, Surabaya - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) siang. Aksi ini memicu penyekatan di sejumlah ruas jalan protokol kota demi mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas
Massa mulai memadati area sekitar Grahadi sejak pukul 13.00 WIB dengan mengenakan almamater dari berbagai universitas di Jawa Timur. Sambil membawa spanduk bernada kecaman dan replika atribut protes, perwakilan mahasiswa secara bergantian menaiki mobil komando untuk menyuarakan aspirasi mereka
Lima Tuntutan Utama Mahasiswa
Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur menyatakan bahwa aksi turun ke jalan ini dipicu oleh akumulasi keresahan masyarakat sipil terhadap sejumlah kebijakan pusat yang dinilai mencekik ekonomi rakyat.
Terdapat lima tuntutan utama yang dibawa oleh massa aksi hari ini:
Hentikan Program MBG dan KDMP: Mendesak evaluasi total dan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai menyisakan banyak persoalan tata kelola
Cabut UU Polri dan UU TNI: Menolak regulasi baru yang dinilai memperluas militerisme di ranah sipil dan mempersempit ruang demokrasi publik
Turunkan Harga BBM: Memprotes keras kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi baru-baru ini yang sangat membebani masyarakat kelas menengah dan pekerja
Tolak Militerisme: Menuntut pemerintah untuk menegakkan supremasi sipil secara murni
Penguatan Nilai Tukar Rupiah: Mendesak langkah taktis pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang memicu lonjakan harga barang pokok.Penyekatan
Penyekatan Jalan dan Pengamanan Ketat
Mengantisipasi eskalasi massa, aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya didukung polda setempat menerapkan pengamanan berlapis kendaraan taktis (rantis) dan mobil pemadam kebakaran (damkar) tampak disiagakan di balik gerbang Grahadi.
Pihak kepolisian juga menyebar ribuan personel gabungan di berbagai titik persimpangan untuk mengalihkan arus kendaraan, mengingat jalur utama menuju Jl. Gubernur Suryo sempat mengalami kelumpuhan total selama aksi berlangsung.
Komentar