Sindikat Penipuan Daring Internasional di Solo, Muncul Nama Fabiola Elizabeth

Sindikat Penipuan Daring Internasional di Solo, Muncul Nama Fabiola Elizabeth
Fabiola Elizabeth Agnes. (istimewa)

Frame Daily, Jakarta - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap sindikat penipuan daring (scammer) jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Nama Fabiola Elizabeth Agnes, disebut ikut ditangkap karena dugaan keterlibatannya dalam sindikat penipuan daring internasional itu.

Sosok Fabiola Elizabeth Agnes, perempuan kelahiran Jerman ini sebelumnya dikenal sebagai model dan mantan istri dari personel boyband Smash, Reza Nugrah.

"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Himawan Susanto Saragih, Selasa (2/6/2026).

Ia juga mengonfirmasi Fabiola telah bergabung sebagai model sejak awal kasus penipuan ini bermula. Dalam perkara ini, Polda Jateng telah mengamankan 38 orang yang terlibat dalam sindikat ini.

Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan ini berhasil meraup keuntungan ilegal hingga mencapai Rp 41 miliar melalui modus investasi kripto fiktif.

Fabiola Elizabeth merupakan model yang sudah cukup lama menetap di Indonesia dan memiliki keterikatan kuat dengan budaya lokal.

Fabiola adalah model berkebangsaan Jerman dan sempat lama tinggal di Bandung sebelum akhirnya pindah ke Bali pada tahun 2021.

Wanita pemilik tinggi badan sekitar 170 sentimeter ini memiliki ciri khas berupa tato salib di leher dan tato di tangan

Medio September 2018, Fabiola menikah dengan Reza Smash dan dikaruniai satu orang anak, namun pernikahan tersebut berakhir pada tahun 2020.

Sebelum kasus ini mencuat, ia dikenal luas sebagai 'Neng Bule' karena kemahirannya berbahasa Sunda dan hobinya memelihara domba garut.

Peran Strategis Sebagai Pemeran Love Scammer

Dalam struktur organisasi penipuan yang bermarkas di PT Digi Global Konsultan, si neng Bule Fabiola ini memiliki peran khusus untuk meyakinkan para korban.

Fabiola Elizabeth menjadi model yang melayani permintaan interaksi langsung untuk membangun kepercayaan korban.

Awalnya tim marketing akan menggaet korban. Jika korban ragu untuk berinvestasi, barulah Fabiola tampil sebagai model untuk memberikan keyakinan lebih.

Jaringan yang melibatkan Fabiola ini diketahui beroperasi secara terorganisasi dengan menyasar ratusan warga negara asing (WNA).

Modus Operandi yang dijalankan sindikat ini yakni menggunakan pendekatan emosional atau love scamming untuk menjerat korban agar mau mengirimkan sejumlah uang.

Ditulis oleh IR

Komentar