Si Doel Sebut 95 Persen Penyebab Kebakaran di Jakarta karena Korsleting Listrik

Si Doel Sebut 95 Persen Penyebab Kebakaran di Jakarta karena Korsleting Listrik
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno atau pemeran si Doel di film era 90-an, si Doel Anak Sekolahan. (Dok.ANTARA)

Frame Daily, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno atau pemeran si Doel di film era 90-an, si Doel Anak Sekolahan, menyebut 95 persen penyebab kebakaran di wilayah Jakarta berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

“Di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen,” ungkap Rano atau si Doel usai meninjau lokasi kebakaran di Kemayoran, sebagaimana dilansir ANTARA, Selasa (2/6/2026).

si Doel mengatakan Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini, "dan sekali lagi yang bisa kita lakukan adalah me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik."

Rano menyebut berdasarkan data sementara, kebakaran di lokasi itu berdampak pada 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak.

Jumlah korban terdampak terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan. Di antara korban, terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, enam anak usia SMP, 22 remaja usia SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Untuk membantu para korban, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah fasilitas di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Yusuf Hamka.

"Kita seperti teman-teman lihat, sudah menyiapkan posko di lapangan Yusuf Hamka ini, lengkap dengan pengungsi, ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak," kata Rano.

Lebih lanjut, Rano mengatakan Dinas Sosial DKI Jakarta juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, mulai dari makanan, matras, hingga bantuan sandang dan pangan bagi warga terdampak.

Rano berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

Siswa Korban Kebakaran Kemayoran akan Ikuti Ujian Susulan

Pada kesempatan itu, si Doel juga menyebut siswa sekolah yang menjadi korban kebakaran di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat akan menjalani ujian susulan.

Menurut Rano, kebijakan ini dilakukan sebab beberapa dari mereka tidak bisa ke sekolah karena buku, seragam, hingga perlengkapan sekolah lainnya ludes terbakar.

“Tadi pagi-pagi saya berangkat dari rumah jam 6 pagi karena saya nganterin cucu ujian. Karena itu saya telepon Kepala Dinas (Pendidikan), ‘Eh anak-anakku yang kena kebakaran gimana ujiannya?' 'Enggak Pak, nanti bisa menyusul'. Itu kebijakan,” jelasnya.

Rano mengatakan tidak ada gedung sekolah yang terdampak dalam peristiwa kebakaran itu. Namun, para korban yang masih sekolah tidak bisa mengikuti ujian karena barang-barangnya terbakar.

Untuk itu, kebijakan ujian susulan tersebut diharapkan dapat meringankan anak-anak sekolah yang menjadi korban kebakaran.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka posko pengobatan trauma bagi korban kebakaran, terutama untuk anak-anak.

“Trauma healing kita ada posko untuk psikologis,” jelas Rano.

Lebih lanjut, Rano juga mengatakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta juga siap membantu para korban yang ingin mengurus dokumen pentingnya setelah hangus terbakar.

“Segera melapor kalau memang belum ada yang menemukan, segera melapor kepada dinas terkait agar semua dokumen disiapkan,” tegasnya.

Ditulis oleh IR

Komentar