Frame Daily, Jakarta - Belakangan ini, nama Sarah Sechan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet memperhatikan perubahan pada cara bicaranya dan mengira ia sedang mengunyah permen saat berbicara karena gerakan mulutnya terlihat berbeda dari biasanya.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Sarah akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam sebuah tayangan YouTube MIR Productions, Sarah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sengaja berbicara sambil mengunyah permen.
"Kan banyak yang nanya, Sarah sekarang kalau ngomong gini gini. Supaya yang nonton enggak bingung, kok Sarah suka ngemut permen? Enggak," ujar Sarah.
Sarah mengungkapkan bahwa perubahan tersebut terjadi akibat kondisi rahangnya yang bergeser. Menurutnya, masalah itu muncul karena kebiasaan menggertakkan rahang saat tidur yang telah berlangsung cukup lama.
"Jadi dari tahun lalu atau dua tahun lalu itu rahang gue geser. Karena gue kalau tidur itu suka ngegerenyeng (menggertakan rahang)," jelasnya.
Ia mengaku sempat khawatir gangguan tersebut berkaitan dengan masalah saraf. Karena itu, Sarah menjalani sejumlah pemeriksaan medis, termasuk MRI. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada gangguan pada saraf maupun jaringan di area kepala.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa perubahan pada rahangnya terjadi karena faktor kebiasaan atau habit. Pergeseran rahang itu kemudian memengaruhi posisi giginya sehingga susunan gigi bagian bawah ikut berubah.
Kondisi tersebut membuat lidahnya kerap menyentuh gigi saat berbicara. Akibatnya, pengucapan beberapa kata terasa kurang nyaman dan menimbulkan kesan seolah-olah ia sedang mengunyah sesuatu.
Sarah menegaskan bahwa penyebabnya sangat sederhana dan tidak berkaitan dengan penyakit serius seperti yang sempat diduga sebagian orang. Ia juga membantah rumor yang menyebut dirinya mengalami stroke.
Meski dokter telah menyarankan penggunaan alat khusus saat tidur untuk membantu memperbaiki posisi rahang, Sarah mengaku belum rutin memakainya karena merasa tidak nyaman dan menimbulkan rasa sakit.
Dengan penjelasan tersebut, Sarah berharap publik tidak lagi salah paham. Ia kembali menegaskan bahwa perubahan cara bicaranya murni disebabkan oleh kondisi rahang dan gigi yang bergeser, bukan karena kebiasaan mengunyah permen saat tampil di depan publik.
Komentar