Frame Daily, jakarta - Pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang sangat menarik di Stadion Mexico City. Laga sengit yang mempertemukan Uzbekistan vs Kolombia ini berakhir dengan keunggulan tim Amerika Selatan. Melalui performa yang sangat dominan, Los Cafeteros sukses mengamankan poin penuh setelah menyudahi perlawanan gigih dari sang tim debutan. Pencinta sepak bola di seluruh dunia disuguhkan tontonan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.
Bagi Anda yang mencari pembaruan data pertandingan, skor Uzbekistan vs Colombia piala dunia 2026 berakhir dengan angka 1-3 untuk kemenangan skuad asuhan Nestor Lorenzo.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Kolombia bertengger di puncak klasemen sementara Grup K, mengungguli Portugal dan DR Kongo yang bermain imbang di laga lainnya. Di sisi lain, sang wakil Asia harus rela berada di posisi juru kunci meski memperlihatkan daya juang yang patut diacungi jempol.
Sejak awal babak pertama, Kolombia langsung mengambil inisiatif serangan demi mengurung pertahanan lawan. Mengandalkan kreativitas lini tengah dan agresivitas sayap mereka, beberapa peluang emas langsung tercipta. Luis Díaz hampir saja membawa timnya unggul lebih cepat pada menit ke-33, namun sepakan terukurnya dari sudut sempit masih membentur tiang gawang lawan dengan keras. Uzbekistan yang bermain di bawah asuhan Fabio Cannavaro tampak lebih banyak bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik cepat lewat kapten mereka, Eldor Shomurodov.
Kebuntuan akhirnya pecah mendekati turun minum, tepatnya pada menit ke-40. Gelandang Jefferson Lerma mengirimkan umpan lambung vertikal yang sangat akurat melewati barisan pertahanan Uzbekistan. Bek kanan Daniel Muñoz yang melakukan pergerakan diagonal secara cerdik langsung menyambut bola dengan tendangan voli first-time. Bola meluncur deras tanpa mampu dihalau oleh penjaga gawang Utkir Yusupov. Gol indah tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 sekaligus menutup jalannya paruh pertama pertandingan.
Memasuki babak kedua, Uzbekistan tampil lebih berani keluar menyerang guna mengejar ketertinggalan. Keputusan tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-60 melalui momen bersejarah. Berawal dari sepakan keras Eldor Shomurodov yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Camilo Vargas, bola liar langsung disambar oleh Abbosbek Fayzullaev dengan sundulan kepala. Gol ini disambut selebrasi meriah karena menjadi gol pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Uzbekistan di ajang bergengsi sekelas Piala Dunia. Kedudukan pun menjadi sama kuat 1-1.

Kegembiraan tim berjuluk Serigala Putih tersebut tidak bertahan lama akibat hilangnya konsentrasi di lini belakang. Hanya berselang lima menit, tepatnya pada menit ke-65, Kolombia berhasil merebut penguasaan bola dari situasi lemparan ke dalam di area tengah. Gustavo Puerta yang jeli melihat ruang kosong langsung menyodorkan umpan matang kepada Luis Díaz. Bintang Bayern Munich tersebut melepaskan sepakan rendah mendatar ke pojok tiang jauh yang sempat menyentuh tangan Yusupov sebelum menggelinding masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Kolombia.
Menjelang akhir laga, tempo permainan tetap terjaga dengan ketat di mana Uzbekistan terus berupaya membongkar pertahanan Los Cafeteros demi mencuri satu poin. Skuad asuhan Cannavaro bahkan sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh Bekhruz Karimov yang membentur mistar gawang. Keasyikan menyerang justru membuat pertahanan mereka kembali longgar di masa injury time. Melalui skema serangan balik cepat di menit ke-90+9, Cucho Hernández bekerja keras memenangkan bola di sisi kanan sebelum melepaskan umpan silang akurat yang disundul dengan sempurna oleh Jaminton Campaz ke gawang lawan.
Gol penutup dari Campaz tersebut memastikan laga berakhir dengan papan skor mencatat angka 1-3. Dengan hasil ini, langkah awal Kolombia berjalan sangat mulus untuk memuluskan target melaju jauh di turnamen ini setelah absen pada edisi sebelumnya di Qatar. Sementara bagi Uzbekistan, kekalahan di laga perdana ini menjadi pelajaran berharga sekaligus modal evaluasi penting sebelum mereka menghadapi tantangan berat berikutnya melawan Portugal.
Komentar