Frame Daily, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali menobatkan Malaysia sebagai salah satu misi haji terbaik dunia dalam ajang Labbaitom Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi yang kelima kali secara berturut-turut diraih Malaysia pada kategori tertinggi atau Diamond.
Di saat Malaysia kembali memperoleh apresiasi atas kualitas layanan jemaah hajinya, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini masih menghadapi sejumlah sorotan terkait pelayanan di Mina.
Beberapa hari terakhir, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari distribusi makanan yang terlambat, kepadatan tenda, hingga keterbatasan fasilitas dasar bagi jemaah.
Anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina bahkan mengungkapkan adanya laporan jemaah yang tidak mendapatkan makanan hingga sembilan jam selama berada di Mina.
"Ada beberapa jemaah yang sudah sembilan jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan. Akhirnya para lansia drop," ujar Selly saat melakukan pemantauan di Mina.
Malaysia Kembali Raih Penghargaan Tertinggi
Dalam daftar penerima Labbaitom Awards 2026, Malaysia kembali masuk kategori Diamond bersama Ethiopia dan Irak.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain manajemen pra-haji, pelayanan operasional di Tanah Suci, pemanfaatan teknologi digital, serta kualitas layanan kepada jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Selain kategori utama, Arab Saudi juga memberikan penghargaan khusus kepada Pakistan atas manajemen kerumunan dan akomodasi di Mina dan Arafah, serta India untuk inovasi komunikasi dan layanan digital jemaah.
Sementara itu, Indonesia belum masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini.
Jadi Bahan Evaluasi Penyelenggaraan Haji
Sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kepadatan jemaah, distribusi konsumsi, transportasi, hingga kenyamanan akomodasi menjadi aspek yang terus mendapat perhatian setiap musim haji.
Temuan DPR terkait layanan di Mina diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan penyelenggara haji untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.
Perbandingan dengan negara-negara peraih penghargaan seperti Malaysia juga dinilai dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola, pelayanan, serta pemanfaatan teknologi guna meningkatkan pengalaman ibadah jemaah Indonesia di masa mendatang.
Komentar