Frame Daily, Jakarta – Pertumbuhan kendaraan listrik membawa tantangan baru dalam aspek keselamatan. Penanganan risiko kebakaran baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026.
Pembahasan tersebut masuk dalam Forum Pemadam Kebakaran Cerdas & Keselamatan Industri yang berlangsung pada hari kedua EDRR Indonesia 2026, Kamis (13/8/2026), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Forum tidak hanya membahas risiko kebakaran baterai EV. Sejumlah perkembangan lain dalam sistem pemadam kebakaran turut menjadi perhatian, mulai dari penggunaan drone untuk gedung tinggi dan hutan hingga pemanfaatan sensor pintar dan kecerdasan buatan (AI) untuk pencegahan kebakaran.
Project Director Seven Event Sri Vista Limbong mengatakan rangkaian program EDRR dirancang agar pameran tidak berhenti sebagai tempat menampilkan produk.
“Melalui rangkaian konferensi, seminar, dan workshop selama tiga hari, kami ingin menghubungkan para pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga mitra internasional untuk saling bertukar pengetahuan, menyelaraskan standar keselamatan, dan membangun kerja sama nyata demi memperkuat ketahanan bencana di Indonesia,” ujar Vista.
Dari Baterai EV hingga Pemadam Cerdas
Risiko kebakaran baterai kendaraan listrik menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai perkembangan sistem keselamatan dan pemadam kebakaran.
Forum hari kedua juga membahas standar pelayanan pemadam kebakaran dan pengadaan alat keselamatan secara digital.
Sementara dari sisi teknologi, penggunaan drone untuk penanganan kebakaran gedung tinggi dan hutan turut masuk agenda. Sensor pintar dan AI juga dibahas dalam konteks pencegahan kebakaran.
Rangkaian topik tersebut memperlihatkan semakin luasnya kebutuhan sistem penanganan kebakaran seiring berkembangnya teknologi dan karakter risiko yang harus dihadapi.
EDRR Indonesia 2026 sendiri merupakan pameran B2B internasional di bidang mitigasi bencana, penyelamatan dan peralatan darurat yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026.
Selain pameran, penyelenggara membawa sejumlah konferensi, seminar teknis, pelatihan hingga business matching yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku industri dari dalam dan luar negeri.
AI Masuk Pembahasan Peringatan Dini
Pemanfaatan AI dalam EDRR tidak hanya muncul dalam pembahasan mengenai pencegahan kebakaran.
Pada hari yang sama, EDRR juga menggelar agenda Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD). Sesi tersebut membahas pemanfaatan Impact-Based Forecast BMKG dalam sistem peringatan dini nasional, pemantauan berbagai ancaman bencana hingga penyebaran informasi darurat melalui jaringan seluler atau cell broadcast.
Komunikasi risiko serta pemanfaatan AI dan big data juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk kesiapsiagaan masyarakat yang ramah disabilitas dan anak.
Agenda tersebut sejalan dengan pesan Menko PMK Pratikno saat membuka EDRR Indonesia 2026 sehari sebelumnya. Pratikno menekankan bahwa [peringatan dini tidak akan berguna tanpa aksi cepat] dalam merespons informasi yang diterima.
Di luar forum keselamatan, hari kedua EDRR juga diisi Sesi Khusus Kerja Sama Industri Medis G60 Indonesia–Tiongkok. Agendanya mencakup peresmian komite ekspor, fasilitas produksi bersama hingga penandatanganan kerja sama.
EDRR Indonesia 2026 masih berlangsung hingga Jumat (14/8/2026). Hari terakhir dijadwalkan membawa pembahasan ke sektor kemanusiaan dan keselamatan maritim, termasuk sistem SAR, teknologi kapal penyelamat serta regulasi ruang udara untuk drone pengangkut logistik darurat menuju pulau-pulau terluar.
Komentar