Frame Daily, Manggarai – Kapal rumah sakit TNI Angkatan Laut KRI dr. Soeharso-990 mulai memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga Sabtu (22/8/2026), sebanyak 21 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan di kapal tersebut. Tiga di antaranya menjalani rawat inap.
KRI dr. Soeharso-990 tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8/2026), sebagai bagian dari dukungan pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak gempa.
Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi hingga kasus kegawatdaruratan.
Sejumlah pasien yang telah ditangani antara lain membutuhkan operasi akibat patah tulang, penanganan luka robek, serta pelayanan rawat jalan.
Seluruh layanan kesehatan tersebut diberikan secara gratis dan berdasarkan prioritas medis.
Kapal Rumah Sakit Dilengkapi IGD hingga Ruang Operasi
KRI dr. Soeharso-990 memiliki panjang sekitar 122 meter dan membawa sejumlah fasilitas medis untuk menunjang pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Fasilitas di dalam kapal meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, hingga ruang perawatan.
Untuk fasilitas rawat inap, disiapkan dua ruang perawatan dengan masing-masing berisi 20 tempat tidur.
Ruang tersebut digunakan secara terpisah untuk pasien perempuan dan laki-laki.
Kapal juga memiliki geladak yang dapat digunakan untuk pendaratan helikopter. Fasilitas tersebut memungkinkan dukungan evakuasi medis terhadap pasien dari wilayah yang sulit dijangkau.
Kehadiran kapal rumah sakit menjadi penting dalam kondisi pascabencana ketika sebagian fasilitas kesehatan di wilayah terdampak harus menghadapi peningkatan kebutuhan pelayanan atau mengalami gangguan akibat gempa.
Pelayanan Kesehatan Didekatkan ke Wilayah Terdampak
Pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan bagian dari upaya memperkuat penanganan masyarakat setelah gempa M7,7 mengguncang Flores.
Dengan kapal rumah sakit ditempatkan di Pelabuhan Reo, masyarakat di wilayah terdampak memiliki akses tambahan terhadap fasilitas medis tanpa seluruh pelayanan harus bergantung pada rumah sakit di daratan.

BNPB menyebut langkah tersebut ditujukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, terutama bagi masyarakat di daerah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.
Dukungan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan yang terus diperkuat pemerintah setelah fase awal penanganan gempa.
Sebelumnya, pemerintah juga menambah tenaga medis, obat-obatan dan peralatan penunjang kesehatan di sejumlah lokasi pengungsian serta mengirim bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Kehadiran KRI dr. Soeharso menambah kapasitas tersebut dengan menyediakan fasilitas yang memungkinkan penanganan mulai dari pemeriksaan umum hingga tindakan operasi dan perawatan pasien.
Hingga Sabtu, 21 pasien telah memanfaatkan layanan kapal rumah sakit tersebut. Pelayanan akan diberikan sesuai kondisi dan prioritas medis warga terdampak.
Komentar