Putin Ungkap Sikap ASEAN soal Tatanan Dunia

Putin menyatakan Rusia dan ASEAN mendukung tatanan dunia yang adil dalam KTT ASEAN-Rusia di Kazan yang menandai 35 tahun kemitraan kedua pihak.

Putin Ungkap Sikap ASEAN soal Tatanan Dunia
Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Hao Jianwei)

Frame Daily, Kazan - ASEAN dan Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan dukungan terhadap pembentukan sistem tatanan dunia yang adil dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia. Pernyataan itu disampaikan Putin pada resepsi untuk menghormati para peserta KTT ASEAN-Rusia yang digelar pada Rabu (18/6).

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan negara anggota ASEAN dengan Rusia tersebut, isu kerja sama kawasan, stabilitas internasional, dan hubungan strategis menjadi fokus pembahasan. Pernyataan Putin mengenai ASEAN dan tatanan dunia dinilai mencerminkan arah hubungan yang terus berkembang antara kedua pihak.

ASEAN dan Rusia selama ini menjalin kemitraan yang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga keamanan. KTT ASEAN-Rusia tahun ini juga bertepatan dengan peringatan 35 tahun hubungan kemitraan yang telah terjalin sejak awal 1990-an.

Dalam pidatonya, Putin menekankan bahwa Rusia dan ASEAN memiliki kesamaan pandangan mengenai prinsip-prinsip dasar hubungan internasional. Menurut dia, kedua pihak mendukung penghormatan terhadap kedaulatan negara dan menolak campur tangan terhadap urusan domestik negara lain.

"Kami (Rusia dan negara-negara ASEAN) bersama-sama mendukung pembentukan sistem tatanan dunia yang adil, mempertahankan prinsip-prinsip kesetaraan kedaulatan negara, dan tidak melakukan campur tangan dalam urusan internal," kata Putin pada acara tersebut.

Pernyataan Putin itu menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda ASEAN-Rusia yang berlangsung pada 17–19 Juni di Kazan. Forum tersebut dihadiri delegasi dari negara-negara Asia Tenggara serta pejabat tinggi Rusia untuk membahas penguatan kerja sama di tengah dinamika global yang terus berkembang.

KTT ASEAN-Rusia tahun ini digelar ketika sejumlah kawasan dunia menghadapi tantangan geopolitik, perlambatan ekonomi, serta kebutuhan memperkuat kerja sama multilateral. Dalam konteks tersebut, ASEAN dan Rusia menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menghormati.

Hubungan ASEAN-Rusia Capai Usia 35 Tahun

KTT ASEAN-Rusia di Kazan memiliki arti khusus karena bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemitraan antara Rusia dan ASEAN. Selama lebih dari tiga dekade, kedua pihak telah memperluas kerja sama di berbagai bidang yang dinilai strategis bagi pembangunan kawasan.

Data diplomatik menunjukkan hubungan ASEAN dan Rusia terus berkembang melalui berbagai mekanisme dialog serta forum kerja sama. Bidang ekonomi menjadi salah satu fokus utama karena kawasan Asia Tenggara merupakan pasar penting bagi Rusia, sedangkan negara-negara ASEAN melihat peluang peningkatan perdagangan dan investasi.

Dalam sambutannya, Putin juga menyinggung kesamaan nilai yang dimiliki Rusia dan ASEAN. Menurut dia, setiap negara memiliki hak untuk menentukan jalur pembangunan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

"Semua negara kita mengikuti model pembangunan mereka sendiri dan tidak memaksakan pandangannya kepada siapa pun. Dan ini, tentu saja, menjadi kekuatan kita," ucap Putin.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan yang selama ini menjadi salah satu prinsip utama dalam hubungan ASEAN dengan berbagai mitra dialog internasional. Organisasi regional itu dikenal mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan dan konsensus dalam pengambilan keputusan.

Forum Bisnis Jadi Agenda Penting

Selain agenda tingkat kepala negara dan pemerintahan, rangkaian kegiatan ASEAN-Rusia juga mencakup Forum Bisnis Rusia-ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni di sela-sela penyelenggaraan KTT.

Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan dari kedua pihak untuk menjajaki peluang kerja sama baru. Pembahasan mencakup sektor perdagangan, energi, teknologi, industri, hingga pengembangan konektivitas ekonomi.

Keberadaan forum bisnis dinilai penting karena hubungan ekonomi menjadi salah satu pilar utama kemitraan ASEAN-Rusia. Sejumlah negara anggota ASEAN selama beberapa tahun terakhir meningkatkan kerja sama dengan Rusia dalam berbagai bidang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan kawasan.

Kazan dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan KTT karena kota tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi dan budaya penting di Rusia. Penyelenggaraan forum internasional di kota itu juga menjadi bagian dari upaya Rusia memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Perkembangan Terbaru dari Kazan

Hingga Rabu (18/6), rangkaian KTT ASEAN-Rusia masih berlangsung sesuai jadwal dan akan berakhir pada 19 Juni. Delegasi dari negara-negara peserta terus menggelar pertemuan bilateral maupun multilateral untuk membahas berbagai isu kerja sama yang menjadi kepentingan bersama.

Fokus pembahasan mencakup penguatan kemitraan ekonomi, peningkatan hubungan antarmasyarakat, serta koordinasi dalam menghadapi tantangan global. Peringatan 35 tahun kemitraan ASEAN-Rusia juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan agenda kerja sama pada masa mendatang.

Pernyataan Putin mengenai dukungan ASEAN dan Rusia terhadap sistem tatanan dunia yang adil menjadi salah satu hasil penting yang muncul dari rangkaian kegiatan di Kazan. Hingga saat ini, agenda KTT dan forum pendukungnya masih berlangsung dengan sejumlah pembahasan lanjutan yang telah dijadwalkan oleh para peserta.

Ditulis oleh IR

Komentar