Frame Daily, Rusia - Ukraina kembali melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia dengan menargetkan infrastruktur energi strategis di sekitar Moskow. Serangan yang terjadi pada Kamis itu mengakibatkan kebakaran di salah satu kilang minyak terbesar di ibu kota Rusia dan menjadi salah satu operasi drone terbesar sejak perang kedua negara berlangsung.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyatakan sistem pertahanan udara Rusia terus bekerja menghadapi gelombang serangan yang datang dari berbagai arah. Meski sebagian besar drone berhasil dicegat, beberapa di antaranya dilaporkan mencapai Moskow Oil Refinery atau MNPZ, salah satu fasilitas pengolahan minyak utama yang memasok kebutuhan bahan bakar wilayah Moskow.
"Pasukan pertahanan udara terus menangkis serangan berskala besar, tetapi beberapa drone dapat mencapai MNPZ," kata Sobyanin melalui akun Telegram resminya, Kamis.
Kilang minyak yang berada di kawasan Kapotnya itu terletak sekitar 15 kilometer dari Kremlin dan memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 11 juta ton minyak per tahun. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam sistem distribusi bahan bakar Rusia.
Rusia Klaim Cegat Ratusan Drone
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan 555 drone Ukraina dalam semalam di berbagai wilayah Rusia.
Jumlah tersebut menjadi salah satu angka tertinggi yang diumumkan Moskow sejak konflik dengan Ukraina meningkat. Otoritas Rusia juga menyebut sekitar 200 drone yang mengarah ke ibu kota berhasil dihentikan sebelum mencapai target.
Serangan ini melampaui sejumlah insiden sebelumnya yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada 17 Mei lalu, Rusia melaporkan telah mencegat 81 drone yang menuju Moskow. Sebelumnya, sebanyak 61 drone ditembak jatuh pada 7 Mei dan 38 drone lainnya berhasil dihancurkan pada 16 Mei.
Skala serangan yang semakin besar menunjukkan meningkatnya intensitas penggunaan drone dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut.
Bandara Sheremetyevo Sempat Evakuasi Penumpang
Dampak dari serangan tersebut tidak hanya dirasakan pada sektor energi. Pengelola Bandara Internasional Sheremetyevo di Moskow juga sempat melakukan evakuasi penumpang ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Langkah itu menjadi pertama kalinya dilakukan sejak Rusia memulai operasi militernya ke Ukraina pada Februari 2022. Evakuasi dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan mengingat ancaman serangan udara yang mendekati wilayah ibu kota.
Otoritas setempat belum melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut. Aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah juga sempat mengalami gangguan selama proses pengamanan berlangsung.
Zelenskyy Akui Serangan ke Moskow

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka mengonfirmasi operasi militer yang menyasar fasilitas energi Rusia tersebut. Dalam pernyataannya melalui Telegram, Zelenskyy mengatakan serangan jarak jauh Ukraina kembali berhasil mencapai wilayah Moskow.
"Malam tadi, serangan jarak jauh kami mencapai wilayah Moskow lagi. Untuk kedua kalinya dalam sepekan, kilang minyak Moskow terkena serangan," ujar Zelenskyy.
Ia menambahkan bahwa pasukan Ukraina juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran lain di wilayah Rostov serta kawasan Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.
Pernyataan itu memperlihatkan strategi Kyiv yang terus meningkatkan tekanan terhadap infrastruktur energi dan logistik Rusia sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan perang Moskow.
Ukraina Serang Depot Minyak dan Jembatan Kereta
Staf Umum Militer Ukraina turut mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak di Moskow. Selain itu, pasukan Ukraina disebut menyerang depot minyak Gukovo di wilayah Rostov, Rusia.
Tidak hanya fasilitas energi, beberapa jalur transportasi strategis juga menjadi sasaran operasi. Militer Ukraina menyatakan telah menyerang jembatan kereta api yang melintasi Kanal Krimea Utara serta sebuah jembatan di Sungai Kalka dekat Desa Hranitne, wilayah Donetsk.
"Selain itu, pasukan kami menyerang sebuah jembatan di Sungai Kalka di dekat Desa Hranitne di wilayah Donetsk dan sebuah jembatan kereta api di Kanal Krimea Utara di wilayah Razdolnensky di Krimea," demikian pernyataan Staf Umum Militer Ukraina.
Serangan terhadap infrastruktur transportasi tersebut dinilai memiliki tujuan untuk mengganggu jalur logistik dan distribusi pasukan Rusia di wilayah yang dikuasainya.
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 terus memperlihatkan eskalasi di berbagai sektor. Serangan terhadap fasilitas energi, depot bahan bakar, hingga jaringan transportasi menjadi bagian dari strategi kedua belah pihak untuk mengurangi kemampuan operasional lawan di tengah belum adanya tanda-tanda penyelesaian perang dalam waktu dekat.
Komentar