Produk Meubelair Warga Binaan Lapas Surabaya di Ekspor ke Australia

Lapas Kelas I Surabaya mengekspor 1.003 produk meubelair karya warga binaan ke Australia. Bukti kualitas pembinaan kemandirian tembus pasar internasional.

Produk Meubelair Warga Binaan Lapas Surabaya di Ekspor ke Australia
Petugas saat memjndahkan meubel menuju kontainer.(Humas Lapas Surabaya)

Frame Daily, Sidoarjo – Lapas Kelas I Surabaya Kanwil Ditjenpas Jawa Timur kembali menunjukkan kualitas program pembinaan kemandiriannya. Sebanyak 1.003 produk meubelair hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) resmi diberangkatkan menuju Australia dari Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, Rabu (13/5/2026).

​Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung oleh PLH Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Surabaya, Suprianto. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pihak Lapas dengan PT Bahari Mitra Surya sebagai mitra kerja pembinaan kemandirian.

​Produk furniture yang dikirimkan tersebut merupakan buah dari pelatihan dan pendampingan keterampilan pertukangan yang dilakukan secara berkelanjutan di dalam Lapas. Kualitas pengerjaan yang presisi membuat produk ini mampu memenuhi standar pasar mancanegara.

​PLH Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Suprianto, menegaskan bahwa capaian ekspor ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan di balik jeruji besi mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

​"Lapas Kelas I Surabaya berkomitmen terus meningkatkan kualitas SDM warga binaan melalui program yang produktif. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang mampu bersaing, baik saat proses asimilasi maupun ketika kembali ke tengah masyarakat nanti," ujar Suprianto.

​Selain membekali keterampilan teknis, program ini dirancang untuk membentuk etos kerja dan mentalitas mandiri bagi para warga binaan. Hal ini diharapkan menjadi modal utama mereka agar tidak lagi mengulangi tindak pidana di masa depan.

​Ke depan, Lapas Kelas I Surabaya berencana memperkuat sinergi dengan berbagai pihak ketiga untuk memperluas jangkauan pasar produk hasil karya WBP. Langkah ini diambil agar pembinaan kemandirian tidak sekadar menjadi sarana pelatihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi para warga binaan.

Ditulis oleh RAS

Komentar