Frame Daily, Jakarta - Pasar aset kripto kembali bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat pagi. Bitcoin masih menjadi pusat perhatian investor global di tengah tekanan data ekonomi Amerika Serikat, arus dana ETF, hingga aktivitas besar para whale crypto.
Sejumlah analis menilai pasar crypto saat ini memasuki fase sensitif karena investor sedang menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed serta dampak data inflasi terbaru AS terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
Bitcoin Bertahan, Investor Pantau Level Psikologis
Harga Bitcoin dilaporkan masih bergerak di area bawah US$80.000 pada perdagangan global hari ini. Tekanan pasar muncul setelah investor melakukan aksi profit taking dan mengurangi posisi leverage.
Meski demikian, sentimen institusional masih cukup kuat. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat tercatat membukukan inflow selama enam pekan berturut-turut dengan total dana masuk mencapai miliaran dolar AS. Kondisi ini dinilai menjadi penopang utama harga BTC dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan on-chain terbaru juga menunjukkan cadangan Bitcoin di exchange terus menurun. Data Glassnode menyebut saldo BTC di bursa kini berada di sekitar 3 juta BTC, turun dibanding beberapa tahun terakhir.
“Pasokan yang menurun bersamaan dengan harga yang naik menandakan pola akumulasi masih terjadi,” tulis laporan analisis BeInCrypto.
Ethereum dan Altcoin Mulai Menggeliat
Selain Bitcoin, Ethereum juga kembali menjadi perhatian setelah sejumlah whale dilaporkan mulai melakukan akumulasi besar pada minggu kedua Mei 2026. Selain ETH, token seperti Solana, Jupiter (JUP), dan Lido DAO (LDO) ikut disorot pasar.
Beberapa altcoin bahkan mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Token VIC dilaporkan naik lebih dari 30 persen, sementara DYM dan COS ikut menguat di tengah pulihnya sentimen pasar crypto.
Di sisi lain, investor juga mulai mengantisipasi potensi volatilitas akibat jadwal token unlock besar-besaran yang berlangsung pekan ini. Altcoin seperti Avalanche, Arbitrum, Aptos (APT), hingga StarkNet (STRK) dijadwalkan melepas suplai token baru ke pasar.
Token Unlock dan Data Inflasi Jadi Faktor Penentu
Pelaku pasar menilai kombinasi data ekonomi AS dan token unlock dapat memicu pergerakan tajam di pasar crypto dalam jangka pendek.
Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, mengatakan fokus investor kini tertuju pada data CPI, PPI, dan arah suku bunga The Fed.
“Rangkaian data ekonomi itu menjadi faktor penting penentu arah pasar aset digital,” ujarnya dalam laporan Investortrust.
Selain faktor makroekonomi, trader juga memantau tekanan jual dari token unlock yang nilainya mencapai ratusan juta dolar AS sepanjang pekan kedua Mei 2026.
Pasar Masih Volatil, Investor Diminta Waspada
Meski sejumlah analis melihat peluang rebound pada altcoin tertentu, pasar crypto tetap berada dalam fase volatil tinggi. Investor disarankan memperhatikan manajemen risiko dan tidak hanya mengikuti sentimen media sosial maupun pergerakan whale.
Saat ini, arah pergerakan Bitcoin masih menjadi indikator utama bagi keseluruhan pasar crypto global menjelang penutupan perdagangan pekan ini.
Komentar