Frame Daily, North Carolina – Seorang pria asal North Carolina, Amerika Serikat, yang mengklaim memiliki organ intim terkecil di dunia, mungkin harus kehilangan gelar tersebut setelah menjalani prosedur pembesaran.
Michael Phillips, 38 tahun, mengatakan kepada TMZ bahwa dirinya menjalani prosedur tersebut pada Senin di North Carolina. Dalam tindakan itu, dokter menyuntikkan filler dermal (bahan pengisi yang disuntikkan di bawah kulit, -red) semi-permanen ke penisnya yang disebut berukuran 0,38 inci atau sekitar 0,97 sentimeter.
Ukuran tersebut, menurut keterangan medis yang dikutip dalam laporan tersebut, termasuk dalam kategori mikropenis.
Prosedur berlangsung selama sekitar tiga jam. Dokter terlebih dahulu menjelaskan tahapan tindakan, kemudian menyuntikkan filler ke sejumlah bagian organ intim Phillips untuk menambah volumenya.
Namun, Phillips masih harus menunggu sekitar satu minggu hingga pembengkakan akibat prosedur mereda sebelum dapat melihat hasil akhirnya.

Meski demikian, ia mengaku puas dengan hasil awal prosedur tersebut. Phillips mengatakan organ intimnya kini tidak lagi masuk atau “tersembunyi” ke dalam tubuh seperti sebelumnya.
Ia juga mengklaim kini dapat buang air kecil dengan lebih leluasa. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tujuan utama prosedur yang dijalaninya.
Sebelumnya, Phillips berhasil mengumpulkan dana sebesar US$4.000 melalui GoFundMe untuk membiayai prosedur tersebut.
Phillips berharap hasil pembesaran itu dapat bertahan dalam jangka panjang. Ia berencana kembali menjalani perawatan sekitar enam bulan mendatang untuk mendapatkan suntikan tambahan, baik untuk menambah ukuran maupun mempertahankan hasil apabila filler mulai berkurang.
Jika hasil pembesaran tersebut sesuai harapan, Phillips kemungkinan tidak lagi menyandang status yang ia klaim sebagai pria dengan organ intim terkecil di dunia.
Bagi Phillips, perubahan tersebut dinilai sepadan dengan proses yang harus dijalaninya. Ia mengatakan kondisi tersebut selama ini membuatnya mengalami berbagai kesulitan, termasuk saat berhubungan seksual dan ketika hendak buang air kecil.
“Saya sudah lama ingin menjalani prosedur ini karena semua orang tahu betapa buruknya memiliki ukuran yang sangat kecil,” tulis Phillips di media sosial ketika pertama kali mengumumkan rencananya menjalani prosedur pembesaran.
Komentar