Frame Daily, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Lawatan tersebut menjadi kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu sekitar 15 tahun.
Dalam pidato pembukaan pertemuan bilateral, Prabowo menyebut kunjungan itu sebagai momen bersejarah yang menandai babak baru hubungan Indonesia dan Thailand setelah kedua negara meningkatkan status hubungan menjadi Kemitraan Strategis pada kunjungannya ke Bangkok pada 2025.
"Kunjungan Anda hari ini memang bersejarah dan penting. Ini merupakan kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun," kata Prabowo.
Menurut Kepala Negara, hubungan Indonesia dan Thailand selama ini berjalan sangat baik sehingga kedua negara terkadang merasa tidak ada persoalan besar yang perlu dibahas. Meski begitu, ia menilai komunikasi antarpemimpin harus semakin intensif mengingat tantangan kawasan yang terus berkembang.
"Saya pikir mungkin kita harus lebih sering bertemu dan berkoordinasi," ujarnya.
Ungkap Kedekatan dengan Raja Thailand
Di tengah pembahasan hubungan bilateral, Prabowo juga mengungkap cerita kedekatan pribadinya dengan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn Phra Vajiraklaochaoyuhua.
Presiden lebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Putri Bajrakitiyabha kepada keluarga kerajaan dan rakyat Thailand. Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Raja Thailand serta mendoakan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin negaranya.
Prabowo kemudian mengenang hubungan panjang yang telah terjalin dengan Raja Vajiralongkorn sejak keduanya masih aktif sebagai prajurit militer.

"Kami berdua adalah tentara ketika kami masih muda, jadi kami memiliki kenangan indah. Ketika kami bertemu, rasanya seperti dua tentara tua yang membicarakan masa lalu," tutur Prabowo.
Pernyataan tersebut mencerminkan hubungan personal yang telah terbangun selama puluhan tahun dan menjadi salah satu modal diplomasi Indonesia dengan Thailand.
Perkuat Kemitraan Strategis
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Indonesia ingin memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Thailand di berbagai sektor.
Ia menyebut kedua negara memiliki karakter ekonomi yang saling melengkapi sebagai sesama anggota ASEAN. Indonesia dan Thailand juga sama-sama merupakan produsen berbagai komoditas strategis, seperti karet dan timah.
"Saya sangat optimistis kita bisa meningkatkan hubungan kita di segala bidang," kata Prabowo. Presiden mengatakan kerja sama ke depan akan difokuskan pada peningkatan perdagangan, investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga pengembangan teknologi digital.
Selain sektor ekonomi, Indonesia juga mengusulkan penguatan kerja sama pertahanan melalui peningkatan latihan militer bersama, pertukaran perwira, dan kerja sama pendidikan militer.
Indonesia dan Thailand Punya Pandangan yang Sama
Prabowo menilai Indonesia dan Thailand memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi isu-isu regional maupun global.
Kesamaan tersebut, menurutnya, sudah terlihat dalam berbagai forum ASEAN, termasuk pertemuan para pemimpin kawasan yang memperlihatkan posisi kedua negara sering sejalan dalam berbagai pembahasan.
Ia meyakini hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan Bangkok akan memperkuat stabilitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik dunia.
"Jika Thailand dan Indonesia bekerja sama dengan sangat erat, hal ini dapat berkontribusi pada ASEAN yang lebih kuat dan stabil," ujar Prabowo.
Pertemuan bilateral tersebut juga menjadi Konsultasi Pemimpin kedua sejak Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis.
Melalui momentum ini, kedua negara diharapkan mempercepat implementasi berbagai kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia dan Thailand, sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil, damai, dan memiliki daya saing ekonomi yang semakin kuat.
Komentar