Frame Daily, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Pencopotan Dadan diumumkan secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam.
Kursi kepemimpinan BGN pun langsung diberikan kepada Nanik Sudaryati yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
"Bapak presiden ambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini," kata Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malan.
"Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru," imbuhnya.

Selama kepemimpinan Dadan, BGN kerap menjadi sorotan akibat banyaknya kasus keracunan anak sekolah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola badan tersebut.
Sederet kasus tersebut membuat BGN sempat membekukan operasi sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai pemasok MBG. Sebagai catatan, sejak 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 dari total 27.208 SPPG pernah dibekukan oleh BGN.

Profil Nanik S. Deyang

Nanik merupakan mantan wartawan yang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier profesional sebagai wartawan di Tabloid Bangkit sebelum meniti karier di berbagai perusahaan media nasional.
Berdasarkan Data Pers 2014, Nanik pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media, seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Nama Nanik menjadi perhatian publik saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Saat itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya masuk dalam jajaran pemerintahan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029.
Pada Juni 2025, Nanik juga sempat ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi wakil kepala BGN sekaligus diberhentikan dari jabatannya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Nama Nanik sempat menjadi perhatian publik setelah sempat menangis usai meminta maaf atas kasus keracunan MBG yang menimpa ribuan anak sekolah di daerah-daerah Indonesia.
Pada saat itu, ia mengaku minta maaf atas nama seluruh dapur MBG atau SPPG.

Komentar