Ponsel Dijambret, Limit Shopee PayLater dan GoPay Later Dikuras

Viral aksi penjambretan di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Korban kehilangan ponsel dan mengalami kerugian hampir Rp19 juta setelah saldo serta limit PayLater dikuras.

Ponsel Dijambret, Limit Shopee PayLater dan GoPay Later Dikuras
Foto: Dok. Istimewa

Frame Daily, Jakarta – Seorang warga mengaku menjadi korban penjambretan saat sedang menunggu layanan GrabCar di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa yang viral di media sosial itu tidak hanya membuat korban kehilangan ponsel, tetapi juga mengalami kerugian finansial hingga hampir Rp19 juta setelah saldo dan fasilitas PayLater miliknya diduga dibobol pelaku.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun media sosial yang membagikan kronologi beserta rekaman CCTV. Dalam unggahan tersebut, korban meminta bantuan masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan membantu mengidentifikasi pelaku.

Korban Kehilangan Ponsel Saat Menunggu GrabCar

Berdasarkan keterangan yang beredar, peristiwa penjambretan terjadi ketika korban tengah menunggu kendaraan GrabCar di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Saat itu, pelaku yang disebut beraksi seorang diri mendekati korban dan melakukan penjambretan. Pelaku diketahui menggunakan atribut berupa jaket ojek online ketika menjalankan aksinya.

Tidak lama setelah ponsel berhasil dibawa kabur, korban menyadari bahwa perangkat miliknya diduga berhasil diakses oleh pelaku. Sejumlah layanan keuangan digital yang terhubung dengan ponsel tersebut kemudian mengalami transaksi yang tidak diketahui oleh korban.

Akibat kejadian tersebut, korban tidak hanya kehilangan perangkat telepon genggam, tetapi juga mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari nilai ponsel yang dicuri.

Saldo dan Limit PayLater Diduga Dikuras

Korban menyebut saldo serta fasilitas kredit digital yang dimilikinya ikut terdampak. Limit Shopee PayLater dan GoPay Later diduga digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab setelah ponsel berhasil dibobol.

Total kerugian yang dialami korban disebut mencapai hampir Rp19 juta. Nominal tersebut berasal dari penggunaan layanan keuangan digital yang terhubung dengan perangkat yang hilang.

Kasus ini menjadi perhatian warganet karena memperlihatkan risiko yang dapat terjadi ketika ponsel yang menyimpan berbagai akses aplikasi perbankan dan layanan keuangan digital jatuh ke tangan pelaku kejahatan.

Sejumlah pengguna media sosial juga mengingatkan pentingnya penggunaan fitur keamanan tambahan, seperti verifikasi dua langkah, PIN aplikasi, serta penguncian perangkat dari jarak jauh untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data.

Rekaman CCTV Beredar di Media Sosial

Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan dugaan pelaku turut beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pelaku disebut hanya seorang diri dan mengenakan atribut jaket ojek online.

Korban berharap rekaman tersebut dapat membantu masyarakat maupun aparat kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku diharapkan dapat menyampaikan keterangan kepada pihak berwenang guna membantu proses penyelidikan.

Kasus Telah Dilaporkan ke Polisi

Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.

Belum ada keterangan resmi dari aparat mengenai identitas pelaku maupun perkembangan terbaru terkait kasus tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di ruang publik. Selain menjaga barang berharga, pengguna ponsel juga disarankan untuk segera mengamankan akses perangkat apabila mengalami kehilangan.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengubah kata sandi akun penting, memblokir nomor telepon, menonaktifkan layanan keuangan digital yang terhubung dengan perangkat, serta mengaktifkan fitur pelacakan dan penghapusan data dari jarak jauh.

Dengan semakin tingginya penggunaan dompet digital dan layanan PayLater, keamanan perangkat telepon genggam menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Kehilangan ponsel tidak lagi sebatas kehilangan perangkat, melainkan juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang jauh lebih besar apabila akses di dalamnya berhasil dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Kasus penjambretan yang dialami warga di Bendungan Hilir ini pun menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera mengambil langkah pengamanan apabila mengalami kejadian serupa.

Ditulis oleh Gus

Komentar