Frame Daily, BEKASI - Pipa gas bertekanan tinggi milik PT Pertamina EP bocor di area persawahan Kampung Bunibaru, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Insiden yang memicu semburan material gas bercampur air ini mengarah langsung ke lahan pertanian produktif milik warga setempat. Peristiwa darurat yang sempat terekam kamera warga tersebut terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 petang.
Kebocoran instalasi pipa jenis Fiber Reinforced Plastic (FRP) ini terdeteksi pertama kali oleh warga sekitar pukul 16.50 WIB. Getaran dan suara gemuruh yang cukup keras terdengar dari arah area persawahan sebelum material cair menyembur ke udara. Warga di sekitar lokasi juga mencium aroma gas yang sangat menyengat hingga memicu kekhawatiran terjadinya ledakan atau kebakaran susulan.
Kronologi dan Penyebab Insiden di Lapangan
Informasi mengenai peristiwa ini pertama kali menyebar luas di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @pengepulrupiah. Dalam rekaman video amatir yang dibagikan akun tersebut, terlihat kepulan material putih bercampur air menyembur kuat dari permukaan tanah di tengah sawah. Unggahan video ini langsung mendapat perhatian luas dari netizen dan memicu respons cepat dari pihak berwenang.
Penyebab kebocoran pipa penyalur gas bumi ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembangunan infrastruktur di sekitar koridor lahan. Lokasi kejadian berada pada jalur yang sama dengan proyek strategis nasional pemasangan pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) koridor Cikampek menuju Plumpang. Pengerjaan proyek tersebut melibatkan alat berat yang diduga memicu pergeseran tanah atau benturan langsung pada jaringan pipa gas bawah tanah.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP terjadi di Babelan, Bekasi. Semburan material mengarah ke sawah warga dan memicu penutupan aliran gas darurat.
Semburan material bertekanan tinggi dari dalam tanah langsung mengarah ke area sawah yang berada di sekeliling titik kebocoran. Tanaman padi yang sebagian besar sudah memasuki masa siap panen rusak terendam material cair dan sisa gas. Kondisi ini membuat para petani di kawasan Buni Bakti terancam mengalami gagal panen akibat kontaminasi lahan.

Penanganan Darurat dan Langkah Mitigasi Pertamina
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Babelan bersama Tim Tanggap Darurat Pertagas langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan warga dan pantauan di media sosial. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi munculnya percikan api. Petugas gabungan segera memasang garis polisi guna menyterilkan radius aman sejauh beberapa ratus meter dari pusat semburan.
Langkah lokalisasi area dilakukan dengan cepat demi menjamin keselamatan publik dan mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas. Tim teknis dari Pertamina melakukan prosedur pengamanan pasokan dengan mengisolasi jaringan pipa yang terdampak. Aliran gas utama pada koridor tersebut berhasil dimatikan secara total (cut off) pada pukul 18.15 WIB, sehingga semburan material di tengah sawah berangsur berhenti.
Kapolsek Babelan menyatakan bahwa penanganan cepat dari tim gabungan berhasil meminimalkan risiko bahaya di area pemukiman yang berdekatan dengan lokasi proyek. Pihak kepolisian mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Warga diimbau untuk tidak menyalakan api atau mendekati area persawahan tersebut sebelum dinyatakan bersih sepenuhnya dari sisa gas.
Tindak Lanjut Kerugian Lahan Pertanian Warga
Pihak Pertamina bersama dengan kontraktor proyek galian kini tengah berkoordinasi untuk mengkaji secara menyeluruh penyebab kerusakan pipa FRP tersebut. Perusahaan memastikan bahwa pemutusan aliran gas sementara ini dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas pasokan energi untuk wilayah sekitar. Investigasi mendalam terkait aspek teknis di lapangan masih terus berjalan guna menyusun rencana perbaikan jaringan pipa.
Pemerintah desa setempat bersama perwakilan petani mulai mendata luasan lahan persawahan yang terdampak langsung oleh semburan material gas. Langkah inventarisasi ini diperlukan sebagai dasar pengajuan ganti rugi atas kerusakan tanaman padi milik warga. Komunikasi intensif terus dijalin antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak Pertamina guna menyelesaikan dampak lingkungan ini secara kondusif.
Kondisi terkini di Kampung Bunibaru telah dinyatakan aman dan terkendali oleh otoritas keamanan setempat. Petugas teknis masih disiagakan di lokasi untuk memantau sisa gas di udara dan memastikan proses pembersihan lahan berjalan sesuai standar keselamatan. Proses pengerjaan proyek pipa BBM di sekitar titik kebocoran juga dihentikan sementara hingga evaluasi kelayakan teknis selesai dilakukan.
Komentar