Pengakuan Nunung Srimulat Soal Susuk Masa Muda: Melanggar Pantangan Tanpa Sadar

Komedian senior Nunung membagikan pengalaman masa mudanya saat pernah dipasangi susuk melalui sebuah ritual.

Pengakuan Nunung Srimulat Soal Susuk Masa Muda: Melanggar Pantangan Tanpa Sadar
Tanpa menyadari aturan dan pantangannya, Nunung justru melanggar larangan dengan mengonsumsi makanan pantangan seperti kolang-kaling dan pisang emas (Dok. Instagram @nunung63.official)

Frame Daily, Jakarta - Pengalaman masa lalu para figur publik kerap menyimpan cerita unik yang tak terduga. Komedian senior Tanah Air, Tri Retno Prayudati alias Nunung, baru-baru ini menceritakan salah satu fase unik dalam hidupnya sewaktu masih berusia remaja. Anggota grup lawak legendaris Srimulat ini secara terbuka mengaku pernah menjalani ritual pemasangan susuk.

Kisah tersebut ia bagikan saat mengenang masa mudanya. Saat prosesi pemasangan dilakukan, Nunung mengaku masih sangat awam dan tidak benar-benar memahami maksud maupun konsekuensi dari tradisi mistis tersebut. Kepolosannya kala itu membuat ia menjalani ritual begitu saja tanpa menggali informasi lebih lanjut mengenai aturan main atau batasan yang harus dipatuhi.

Umumnya, pemakaian susuk diiringi dengan sederet pantangan ketat, terutama mengenai jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi agar daya pikatnya tidak luntur. Namun, dalam kasus Nunung, ketidaktahuannya justru membawa cerita kocak sekaligus ironis.

Ia baru mengetahui belakangan bahwa ada beberapa jenis bahan makanan tertentu yang sama sekali tidak boleh dilahap oleh pengguna susuk. Sayangnya, makanan-makanan yang dilarang itu justru merupakan hidangan favoritnya sehari-hari.

"Mungkin saya itu kan tidak dikasih tahu pantangannya apa. Ternyata katanya ada pantangan enggak boleh makan kolang-kaling, enggak boleh makan pisang emas, enggak boleh makan daun kelor. Lah saya makan kolang-kaling itu kesukaan saya, apalagi pisang emas," ujar Nunung.

Tanpa rasa curiga dan tanpa petunjuk yang jelas dari sang pemasang, Nunung tetap melahap santapan kesukaannya itu secara rutin. Praktis, semua larangan terabas begitu saja tanpa ia sadari.

Akibat rentetan pelanggaran pantangan yang tak disengaja itu, Nunung mengaku tidak pernah merasakan adanya perubahan signifikan atau efek luar biasa selama memikul susuk di tubuhnya. Keberadaan benda tersebut seolah tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap daya tarik maupun kariernya kala itu.

Menyadari hal tersebut sia-sia dan tidak memberikan dampak nyata, Nunung akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah tegas. Beberapa waktu kemudian, ia menjalani proses pelepasan secara resmi. Sejak saat itu, ia memilih untuk tidak lagi bersentuhan dengan hal-hal berbau mistis semacam itu.

Meskipun fungsi susuknya diyakininya sudah gugur akibat melanggar pantangan makanan, kepopuleran Nunung di kalangan lawan jenis pada masa mudanya ternyata tetap tak terbendung. Hal ini membuktikan bahwa pesona alaminya jauh lebih kuat ketimbang bantuan mistis.

"Kalo ada orang seneng sama saya, kalo bahasa sekarang tuh nembak saya gitu, banyak banget sebetulnya," kenang Nunung sembari berseloroh.

Pengakuan jujur dari Nunung ini menjadi bukti bahwa daya pikat sejati seorang seniman bukanlah berasal dari benda-benda spiritual atau mistis, melainkan dari talenta, karakter alami, serta kepribadian yang autentik. Pada akhirnya, karier panjang Nunung di panggung hiburan Indonesia dibuktikan oleh bakat mengocok perut penonton yang murni, bukan oleh pantangan yang dilanggar sewaktu remaja.

Ditulis oleh DF

Komentar